Alasan Berdamai, Polres Siantar Bebaskan Pelaku Cabul Siswi SMP

Pelaku DH saat diamankan petugas.

Siantar, Lintangnews.com | Kurang lebih 2 bulan meringkuk di dalam sel, pelaku pencabulan anak di bawah umur inisial DH (35) warga Jalan Melanthon Siregar Gang Kuku Balam, Kelurahan Pamatang Marihat, Kecamatan Siantar Marihat, akhirnya menghirup udara segar.

Pasalnya keluarga korban lebih memilih berdamai daripada melanjutkan perkara itu di Polres Siantar.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim, Ipda Herly Damanik saat dikonfirmasi, Jumat (15/3/2019) membenarkan pelaku sudah dibebaskan.

“Benar pelaku sudah kita bebaskan. Gak mungkin kita paksakan korban untuk tidak berdamai,” sebutnya.

BACA JUGA   Polres Tebingtinggi Rutin Pantau Penerima Bantuan PKH

Dijelaskan, keluarga korban telah membuat surat permohonan untuk berdamai dan mencabut laporan. “Korban sudah mencabut laporan,” ujarnya.

Ipda Herly menegaskan, kasus pencabulan itu merupakan delik aduan. “Itu delik aduan dan kasusnya berhak diberhentikan,” tandasnya.

Sebelumnya pelaku ditangkap dari rumahnya sesuai laporan keluarga korban dengan Nomor Polisi: LP/32/I/2019/SU/STR, Tanggal 22 Januari 2019, dengan Surat Perintah Penangkapan Nomor Polisi: SP.Kap/18/I/2019/Reskrim.

Sekedar diketahui, kejadian itu bermula saat DH bertemu dengan korban siswi kelas VIII SMP itu di Jalan Ulakma Sinaga, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun.

BACA JUGA   Pekerja Bongkar Temukan Sabu, Humas PKS PT SJS Hatonduhan Lepaskan Pemiliknya

Saat itu korban berinisial S tengah sendiri. Lalu pelaku mendekatinya dan mengaku sebagai polisi.

DH yang saat itu mengenakan jaket Gojek mengatakan S terlibat tindak pidana penyalahgunaan narkotika. Mendengar itu, korban pun ketakutan dan mengikuti ajakan DH.

Lalu pelaku membawa korban ke Rumah Sakit Horas Insani (RSHI) untuk dilakukan pengecekan fisik. Setiba di RSHI Jalan Medan, pelaku merayu korban dengan mengajak ke dalam kamar mandi.

Di dalam kamar mandi, DH melakukan aksi pencabulan dengan menggerayangi buah dada dan alat vital korban menggunakan jarinya. (irfan)

Related Post