Anthony Berkeinginan Dorong Ulos Batak Lebih Dikenal Dunia Internasional

Caleg DPR RI, Anthony saat mencoba tenunan ulos.

Siantar, Lintangnews.com | Bagi suku Batak, siapa yang tidak mengenal ulos. Ulos merupakan kain tenun khas suku Batak, berbentuk selendang yang digunakan saat kegiatan maupun pesta adat.

Seperti disampaikan Anthony, Calon Legislatif (Caleg) DPR RI saat mengunjungi salah satu pengrajin yang masih membuat ulos dengan cara menenun di Kelurahan Siopat Suhu, Kecamatan Siantar Timur, Kota Siantar, Rabu (16/1/2019).

Lestri (23), salah seorang penenun ulos yang sudah belajar menenun sejak kecil, bakat itu didapatkan Lestri dari usaha keluarganya.

Dalam sehari, dirinya bisa menyelesaikan 1 buah ulos dengan harga Rp 30.000. Artinya, selama sebulan Lestri menghasilkan 20 ulos, tanpa pengerjaan Sabtu dan Minggu.

“Mungkin terlihat mudah, tapi setelah saya mencoba untuk menenun dengan motif, disitulah tingkat kerumitannya. Ini (kerumitan) ternyata yang menjadi motivasi untuk Lestri, bagaimana cara mempertahankan dan melestarikan ulos,” sebut Caleg dari Partai NasDem ini.

Namun sayang, ungkap Anthony, motif ulos saat ini sudah lelap oleh zaman. Padahal motif ulos memiliki arti tersendiri. Karena ulos merupakan media doa dari kepada Sang Pencipta.

Anthony menuturkan, jika Lestri mengungkapkan aspirasinya, salah satunya kesulitan mendapat dukungan dari pemerintah untuk mempromosikan hasil tenun ulosnya.

“Ditambah lagi saat ini sudah banyak sekali ulos asal pabrik yang dijual jauh di bawah harga kami. Jadi pendatang lebih memilih membeli ulos asal pabrik, padahal kualitas kami juga setara dengan mereka”, tambah Lestri.

Dijelaskan Anthony, ulos merupakan ikon budaya khas suku Batak yang seharusnya dilestarikan pemerintah. Ini sama seperti batik dan songket, ulos juga bisa dikolaborasikan dengan fesyen yang harus diperkenalkan, sehingga bisa dijual ke mancanegara.

“Aspirasi seperti inilah yang menjadi motivasi untuk saya, mendorong ikon budaya lokal untuk dikenal seluruh Indonesia bahkan hingga internasional dan mensejahterakan pengrajinnya. Semua masyarakat berhak mendapatkan hal tersebut. Hak untuk sejahtera. Kita lah yang harus memulai ini. Bersama kita lakukan perubahan. Perubahan tidak akan terjadi tanpa adanya tindakan,” tandas Caleg nomor urut 8 ini. (elisbet).