Ayo Nikmati Wisata Arung Jeram dan Flying Fox di Aliran Sungai Bah Bolon

Para wartawan bermain arung jeram bersama Kabag Humas Pemko Siantar, M Hamam Sholeh di Sungai Bah Bolon.

Siantar, Lintangnews.com | Kota Siantar memiliki potensi untuk dikembangkan objek wisata air, khususnya di pinggiran aliran Sungai Bah Bolon.

Potensi itu terungkap saat sejumlah wartawan bersama Kabag Humas Pemko Siantar, M Hamam Sholeh mencoba permainan arung jeram dan flying fox di Sungai Bah Bolon yang berlokasi di Jalan MH Sitorus, Kelurahan Teladan, Kecamatan Siantar Barat atau tepatnya di samping rumah dinas Wali Kota Siantar, Minggu (24/3/2019).

Lokasi objek wisata air itu digagasi Komunitas Peduli Sungai Bah Bolon Kota Siantar. Wadah ini memiliki impian adanya objek wisata air di Siantar dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai. Sehingga berharap adanya perhatian dari Pemko Siantar untuk mendukung kegiatan yang dilaksanakan Komunitas Peduli Sungai Bah Bolon.

Awalnya, para wartawan dari media cetak dan media online mencoba permainan flying fox dengan menyeberangi aliran Sungai Bah Bolon. Permainan ini bisa dilakukan sebanyak 2 kali.

Di lokasi itu juga bisa dijadikan foto selfie dengan latar belakang Sungai Bah Bolon. Ada juga disediakan tempat bermain ayunan dan rumah gubuk. Ini ditambah adanya berbagai lukisan gambar di dinding atau 3 D.

Selanjutnya para wartawan ditantang adrenalinnya mencoba arum jeram sepanjang kurang lebih 5 km dengan mengambil titik start dari aliran Sungai Bah Bolon di Naga Huta, Kecamatan Siantar Marimbun.

BACA JUGA   Ditabrak Revo, Warga Tempel Jaya Opname di RS Karya Husada Perdagangan

Kali ini, dengan dipandu skipper atau leader bersertifikat nasional, para wartawan mulai mengarungi Sungai Bah Bolon dengan mengenakan baju pelampung, helm dan dayung.

Dari mulai lokasi awal, kita ditantang dengan derasnya arus sungai yang membuat jantung berdebar-debar. Sehingga diperlukan kekompakan tim agar perahu karet yang digunakan tidak terbalik.

Lamanya jarak tempuh dari lokasi awal hingga finish di Jalan MH Sitorus memakan waktu kurang lebih 1 jam. Namun sepanjang perjalanan, kita akan disunguhi indahnya pemandangan di sepanjang aliran sungai. Hanya saja masih ada ditemukan sampah dan pembuangan air yang kemungkinan sengaja dibuang warga. Sehingga dibutuhkan kesadaran dari warga yang bermukim di pinggiran Sungai Bah Bolon untuk menjaga kebersihan dan tak membuang sampah sembarangan.

Sekretaris Komunitas Peduli Sungai Bah Bolon (KPSB) Kota Siantar, Andi Supriadi Sinaga menuturkan, ada berbagai elemen komunitas yang bergabung untuk mengembangkan dan memajukan Sungai Bah Bolon Kota Siantar agar menjadi objek wisata air.

“Semua pengerjaan yang kita lakukan untuk mengembangkan lokasi objek wisata di Sungai Bah Bolon dengan dana pribadi masing-masing. Kita berharap adanya bantuan dana dari Pemko Siantar,” sebut Andi.

BACA JUGA   Ini Alasan ILAJ Minta Buka C1 Plano di Tingkat Kecamatan

Menurutnya, Siantar memiliki potensi wisata air untuk bisa dikembangkan kedepannya, sehingga menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pasalnya, mereka juga telah banyak mengembangkan lokasi objek wisata di Kabupaten Simalungun.

“Makanya kita berkumpul di sini untuk mencoba mengembangkan wisata air, salah satunya arum jeram, termasuk menyediakan fasilitas lainnya, seperti perkemahan di pinggiran Sungai Bah Bolon,” sebutnya.

Andi mengaku, pengunjung ramai datang saat hari Sabtu dan Minggu atau hari libur untuk mencoba permainan arung jeram dan flying fox. Sementara saat hari biasa, para pengunjung datang sekedar berfoto-foto di lokasi wisata.

Bagi pengunjung yang ingin bermain flying fox, hanya dikenakan biaya sukarela. Sementara untuk arung jeram ada biaya dibebankan untuk sewa perahu karet, peralatan keamanan dan skipper. Para pengunjung dikenakan biaya Rp 150 ribu per orang.

Sementara itu, Hamam Sholeh menuturkan, pihak Pemko Siantar mendukung adanya objek wisata air di Sungai Bah Bolon. Bahkan sebagai bentuk keseriusan, Camat dan Lurah sudah beberapa kali menghimbau warga agar tidak sembarangan membuang sampah di Sungai Bah Bolon. (tim)