Bupati Simalungun Pimpin Rakor Persiapan Pemilu Tahun 2019

Bupati JR Saragih saat memimpin rakor persiapan Pemilu 2019 bersama Forkopimda, KPUD dan Bawaslu Simalungun.

Simalungun, Lintangnews.com | Dalam rangka persiapan Pemilihan Umum (Pemilu) yang akan digelar pada 17 April 2019, Pemkab Simalungun bersama Ketua DPRD, Kapolres, Dandim 0207/Simalungun, Ketua Pengadilan, Kajari, Komisi Pemiluhan Umum Daerah (KPUD), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Simalungun dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait gelar rapat koordinasi (rakor) yang dipimpin langsung oleh Bupati, JR Saragih di pendopo rumah dinas Bupati, Pamatang Raya, Rabu (30/1/2019).

Dalam sambutannya, JR Saragih menyampaikan, rakor dimaksud adalah wujud peran pemerintah untuk membantu dan mensukseskan terlaksananya pelaksanaan Pemilu di Kabupaten Simalungun.

Ini sekaligus juga untuk menyamakan persepsi mengenai Daftar Pemilih Tetap (DPT), serta menerima masukan dari berbagai pihak, dengan harapan tingkat pertisipasi masyarakat meyampaikan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) dapat mencapai 95 persen.

“Selanjutnya rakor ini akan dilanjutkan bersama dengan seluruh Camat, Kapolsek, Danramil serta Lurah dan Pangulu se Kabupaten Simalungun untuk semakin solid memberikan yang terbaik bagi masyarakat Simalungun,” ujar Bupati.

Ketua KPUD Simalungun, Raja Ahab Damanik menyampaikan, jumlah DPT sebanyak 638.042 orang, dengan 2.646 TPS berada di 32 Kecamatan. Untuk logistik surat suara, menurutnya hingga saat ini masih belum sampai, karena masih dalam proses pencetakan di pusat. Namun untuk kelengkapan TPS dan kotak suara sudah tersedia.

BACA JUGA   Kapolres Simalungun Tinjau Pengamanan dan Pelaksanaan Pemilu 2019 di TPS

Secara khusus, Raja Ahab meminta kepada Bupati Simalungun untuk menambahkan tempat penyimpanan logistik KPUD. Hal itu untuk mengantisipasi tempat penyimpanan kotak kertas suara yang telah dirakit nantinya.

“KPUD hingga saat ini telah melakukan berbagai tahapan yang menjadi bagian dari persiapan pelaksanaan Pemilu 2019. Kesiapan penyelenggara sudah kita bentuk sampai ke tingkat Nagori. Sementara Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) baru akan kita bentuk di bulan Maret,” ujarnya.

Foto bersama usai pelaksaan rakor membahas persiapan Pemilu 2019 di Kabupaten Simalungun.

Sementara, Ketua Bawaslu Simalungun, M Choir Nasution menyampaikan, untuk zonasi pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK), pihaknya meminta bantuan Pemkab Simalungun dalam pemetaan, agar tidak terjadi kesalahpahaman antara peserta dan penyelenggara Pemilu.

Sedangkan Kapolres Simalungun, AKBP Marudut Liberty Panjaitan menyampaikan, saat ini antusias masyarakat sangat tinggi dalam hal untuk menggunakan hak suaranya, karena Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) digelar secara bersamaan. Dirinya juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak bermain politik uang, karena dapat berurusan dengan hukum.

BACA JUGA   Prabowo-Sandi Unggul di Tebingtinggi

“Polres Simalungun telah memetakan bagian dari zona aman dan zona rawan, saat ini Simalungun secara keseluruhan masih dalam kategori aman. Untuk penjagaan 2.646 TPS, Polres Simalungun akan menyiagakan 960 personil,” ujar Kapolres.

Senada dengan Kapolres, Dandim 0207/Simalungun Letkol Inf. Frans Kishin Panjaitan meminta kepada semua pihak untuk saling kerjasama, sehingga pelaksanaan Pemilu 2019 dapat berjalan lancar. Menurutnya, di Simalungun masih dalam keadaan aman dan siap dalam pelaksanaan Pemilu.

“Kodim 0207/Simalungun juga selalu siap sedia mendukung semua pihak penyelenggara demi terlaksananya pemilu dengan baik. Untuk mendukung pelaksanaan Pemilu tahun  ini, pihak Kodim 0207/Simalungun menyiagakan 600 personil,” ujarnya.

Kadis Kependudukan dan Catatan Sipil Pemkab Simalungun, Jhon Damanik mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan pihak KPUD dan Polres untuk melakukan perekaman data penduduk hingga ke Nagori-Nagori, begitu juga di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

Pihaknya juga telah mengeluarkan surat keterangan sementara pengganti e-KTP bagi warga yang ingin memilih. Sehingga warga dapat memilih hanya dengan menunjukkan surat keterangan untuk dapat menggunakan suaranya dalam Pemilu kali ini. (zai)