Coba Melawan, Terduga Pembunuh Ngatiem Ditembak Jatanras Simalungun

Personil Jatanras Polres Simalungun bersama terduga pembunuhan di depan RSUD Djasamen Saragih.

Simalungun, Lintangnews.com | Sam (45) warga Nagori Margomulyo, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun diduga pelaku pembunuhan terhadap Ngatinem pada tanggal 19 Maret 2019 lalu yang ditemukan di lahan PTPN IV Laras di Kecanatan Gunung Maligas.

Dirinya terpaksa dihadiahi timah panas (ditembak) pada bagian kaki kanannya karena coba melawan petugas dan berupanya kabur saat Unit Jatanras Satuan Reskrim Polres Simalungun melakukan pengembangan mencari barang bukti.  Sam diringkus sebagai terduga pelaku pembunuhan berencana.

Sebelumnya, jasad Ngatinem di temukan dalam keadaan telungkup bersimbah darah, persisnya di areal lahan PTPN IV Unit Laras Afdeling IV di Nagori Silou Bayu, Kecamatan Gunung Maligas.

Sesuai pemaparan informasi WhatsApp (WA) pihak Polres Simalungun, Senin (15/4/2019), penangkapan terhadap terduga terjadi pada Minggu (14/4/2019) sekira pukul 23.00 WIB.

BACA JUGA   Mancing di Kolam Mekar Bahalat, OTK Ditemukan Meninggal Dunia

Saat itu, personil Unit Jatanras mendapatkan informasi mengenai ciri-ciri terduga dari saksi kunci. Lalu petugas melakukan pencarian dan melihat tersangka melintas di Jalan Thamrin, persisnya di Sutomo Square Kota Siantar.

Tak buang waktu, petugas melakukan pengejaran terhadap Sam dan berhasil dihentikan di Sutomo Square. Setelah diinterogasi, Sam lalu mengakui perbuatannya membunuh korban.

Namun saat dilakukan pengembangan menunjukkan barang bukti, Sam berupaya melawan petugas dan mau kabur. Sehingga dilakukan tindakan tegas menembak kaki kanan .

Selanjutnya tersangka pun tersungkur dan dilarikan ke RSUD Djasamen Saragih Kota Siantar guna dilakukan perawatan. Dalam kasus ini, barang bukti yang diamankan berupa, baju kaos, celana dalam, bra, celana pendek, ikat rambut, sepasang sepatu Cats dan sebagainya.

BACA JUGA   Sabtu Berkat, Polsek Beringin Berikan Sembako 

Sementara dari Sam ditemukan barang bukti berupa sebilah pisau bergagang kayu berukuran kurang lebih 15 cm, 1 unit handphone (HP) merk Nokia dan sepeda motor Honda Revo Fit warna hitam les merah nomor polisi (nopol) BK 3496 TBI.

Selanjutnya, 1 helm warna hitam merk Honda, 1 potong baju kaos motif garis-garis warna merah, hitam, putih, abu-abu merk Noface, 1 potong celana panjang warna biru merl lois dan 1 tas sandang warna hitam merk Giorgio Armani. (rel/zai)