DAG Jateng Blusukan di TPA Putri Cempo Solo

Aksi sosial yang dilakukan DAG Jawa Tengah di lokasi TPA Putri Cempo Solo.

Solo, Lintangnews.com | Bau tak sedap menyengat dan lingkungan kumuh, tak membuat Demi Anak Generasi (DAG) Provinsi Jawa Tengah jadi risih. Justru, kader dan pengurus DAG Jateng ini tampak dekat terhadap pemulung dan warga setempat.

“Kita tak cuma membagikan nasi bungkus saja, tapi juga berinteraksi bersama warga setempat untuk mengatasi masalah kesehatan mereka. Kita tak hiraukan bau menyengat asalkan bisa dekat rakyat,” ujar Ketua DPD DAG Jateng, Tri Handoyo, didampingi Ketua DPW DAG Solo, Mas Zelig di lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Putri Cempo Solo, Jawa Tengah, Minggu (9/12/2018).

Kegiatan membagikan nasi bungkus ini, lanjut Tri, juga dilakukan di berbagai tempat wilayah kepengurusan DPW DAG Jateng seperti, DAG Sukhoharjo, DAG Wonogiri, DAG Grobogan, DAG Blora, DAG Rembang, DAG Pati, DAG Banyumas, DAG Purworejo, DAG Klaten, DAG Batang, DAG Tegal, DAG Cilacap, DAG Kebumen dan DAG Pekalongan.

BACA JUGA   GMKI Komisariat STT HKBP Pilih Ketua dan Sekretaris Baru 
Pembagian nasi bungkus yang dilakukan pengurus DAG Jawa Tengah.

“Ini serentak kegiatannya secara rutin setiap Minggu di berbagai Kabupaten/Kota se Jawa Tengah. Kegiatannya dimulai dari jam 10.00 WIB sampai selesai,” ungkap Tri.

Sementara itu, Penasehat DPP DAG, Sri Gunting mengatakan, kegiatan serupa yang menyentuh kehidupan rakyat kecil di Jawa Tengah akan terus dilakukan secara terus menerus dalam sepekan ke depan dan seterusnya.

“Kegiatan berikutnya memperbaiki dan mengecat pos ronda, agar lebih nyaman dan layak untuk dihuni oleh petugas ronda,” ujar Sri.

Pembagian nasi bungkus yang dilakukan para pengurus DAG Jawa Tengah.

Selain itu, sambung Sri, pengurus DAG ingin menyerukan juga kepada warga masyarakat untuk senantiasa menjaga kerukunan dan kebersihan lingkungan, agar tetap aman, nyaman dan bersih.

“Pesan yang dikampanyekan menyoal tentang menjaga keharmonisan di tengah perbedaan masyarakat, mengajak buang sampah pada tempatnya, menolak tindakan intoleransi, radikalisme dan ujaran-ujaran provokasi,” tegas Sri.

BACA JUGA   PDPHJ Dinilai Diskriminasi dalam Penempatan Pedagang di Balairung Rajawali

Pemberdayaan Masyarakat Desa

Secara terpisah, Ketua Umum DAG, Edo Panjaitan menyambut  baik kegiatan tersebut. Dia menekankan agar fokus kegiatan DAG langsung terjun ke masyarakat bawah.

Pemberian nasi bungkus pada pemulung.

“Kegiatan yang menyentuh masyarakat bawah semacam ini memang terus digalakkan kader DAG di berbagai daerah. Kita ingin DAG lebih dekat dan dikenal banyak masyarakat,” ujar Edo.

Untuk Jawa Timur, tambah Edo menjelaskan, DPD DAG Jatim bersama DPW DAG Mojokerto melakukan kegiatan pelatihan dan pemberdayaan masyarakat desa. Kegiatan ini digelar di Desa Soso, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

“Kita akan terus mengadakan kegiatan simpatik untuk masyarakat di kampung-kampung dan desa-desa. Kita (DAG) ini relawan Jokowi-Maruf Amin yang peduli terhadap rakyat, yang ikhlas bekerja lahir bathin hadir bersama rakyat miskin,” pungkasnya. (tim)

Related Post