Dharma Wanita Persatuan Siantar harus Mampu Tingkatkan Kinerja dan Kreatifitas Kerja 

Sekda Budi Utari Siregar foto bersama dengan Ketua DWP Siantar, Yustina Riski Budi Utari dan Penasehat DWP, Syahputri Hefriansyah.

Siantar, Lintangnews.com | HUT Dharma Wanita Persatuan (DWP) ke 19 mengambil thema ‘Optimalisasi Potensi DWP untuk suksesnya Pembangunan Nasional’.

Dalam hal ini, DWP Siantar harus mampu meningkatkan kinerja dan kreatifitas kerja dari setiap anggotanya. DWP juga harus mampu berkiprah nyata menjadi suatu organisasi yang berkualitas dan mandiri. Termasuk dapat diandalkan untuk mendukung program-program pemerintah dalam melaksanakan program pembangunan nasional yang telah dicanangkan.

Hal tersebut dikatakan Penasehat DWP Siantar, Syahputri Hefriansyah yang juga selaku Ketua TP PKK Kota Pematangsiantar, saat memberikan sambutan dalam peringatan HUT DWP ke 19, dihadapan Sekda Budi Utari Siantar, Ketua DWP Siantar, Yustina Riski Budi Utari dan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta para istri-istri Aparatur Sipil Negara (ASN), Jumat (7/12/2018) di Gedung DWP, Jalan Porsea.

Disampaikan Syahputri, DWP juga dituntut harus mampu mengemban tugas dan amanat yang diberikan secara optimal berlandaskan visi dan misi organisasi.

“Saya berharap organisasi DWP Siantar dapat terjalin suatu kesepakatan mengenai cara mengoptimalisasikan potensi organisai dalam suksesnya pembangunan nasional, khususnya di Siantar,” sebutnya.

BACA JUGA   Refleksi Makna Perayaan Natal

Syahputri juga mengapresasi usai mendengarkan laporan dari Ketua Panitia Pelaksana HUT DWP Siantar, jika salah satu bentuk kegiatan dalam perayaan HUT ini adalah lomba peragaan busana (fashion show) dari tenunan etnik di Sumatera Utara.

“Sebab secara langsung itu menggali potensi ibu-ibu DWP Siantar untuk mampu berkarya dan berkreasi, sekaligus mempromosikan dan memperkenalkan produk tenunan etnik di Sumatera Utara,” paparnya.

Sekda Budi Utari saat membacakan sambutan tertulis Wali Kota mengatakan, DWP merupakan organisasi dari istri-istri Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau ASN yang tumbuh besar.

“DWP adalah buah daripada reformasi pada 7 Desember 1999. Di mana DWP merupakan organisasi kemasyarakatan para istri-istri PNS/ASN yang membuat programnya sendiri. Hingga saat ini DWP telah tumbuh dengan besar, sehingga dipandang penting sebagai ormas menghimpun para istri ASN,” ucap Budi Utari.

Sekda juga menuturkan, peranan kaum ibu-ibu atau istri PNS yang tergabung dalam DWP memiliki peranan penting di dalam kehidupan. Lanjutnya, seorang ibu adalah tiangnya agama dan negara, sehingga memiliki peranan dan pengaruh besar bagi kehidupan.

BACA JUGA   Penutupan Pelatihan Lembaga Yuni Phea Diisi dengan Penyerahan Mesin Jahit

“Selain itu, tanpa seorang ibu-ibu sebagai pendamping suami, maka suami tersebut tidak akan sukses. Karena kesuksesan seorang suami di belakangnya ada peran istri,” tuturnya.

Ketua DWP Siantar, Yustina Riski Budi Utari saat membacakan sambutan Ketua Umum DWP, Utin Rosmiaty mengatakan, DWP sebagai organisasi kemasyarakatan (ormas) yang menghimpun dan membina istri ASN dapat menjalankan tugasnya dengan baik.

Menurut Yustina, tugas dan peran DWP juga memperkuat program kemitraan terhadap pemerintah pusat untuk membantu mendukung pelaksanaan pembangunan berkelanjutan.

“DWP juga meningkatkan dan memperkuat program kemitraan dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan/Bappenas dengan mengambil peran strategis untuk mendukung pelaksanaan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)/Sustainable Development Goal’s (SDG’s). DWP juga telah menyinergikan program kerja DWP dengan Program Sustainable Development Goal’s (SDG’s),” ucapnya.

Untuk lomba peragaan busana (fashion show) dari tenunan etnik di Sumatera Utara diikuti 41 peserta yang merupakan istri-istri pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemko Siantar. (rel)

Related Post