Dua Pasangan ABG Ketangkul di Gubuk Kosong Lapangan Adam Malik

Kedua pasangan saat di ruangan Satpol PP Siantar.

Siantar, Lintangnews.com | Dua pasangan anak baru gede (ABG) diamankan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dari gubuk kosong di Lapangan Adam Malik, Kecamatan Siantar Barat, Sabtu (16/3/2019) sore.

Kedua pasangan ABG itu diamankan dikarenakan ingin berbuat asusila di dalam gubuk kosong yang sebelumnya dijadikan tempat basecamp pekerja dalam pembangunan Tugu Sangnaualuh di Lapangan Adam Malik.

Kedua pasangan itu diketahui perempuannya inisial SM (14) dan SS (14). Sedangkan remaja pria inisial RS (16) dan DAS (14).

Kakan Satpol PP Siantar, Robert Samosir saat dikonfirmasi mengatakan, kedua pasangan ABG itu diamankan karena mendapat laporan dari warga.

BACA JUGA   Sabtu Berkat, Polsek Beringin Berikan Sembako 

“Kita mendapat laporan dari warga. Saat kita ke lokasi, kedua remaja itu temukan sedang buka baju di hadapan perempuannya,” kata Robert Samosir.

Ditemui di ruang Satpol, SS dan SM mengaku sudah lama berkenalan dengan kedua pria itu dari sosial media.

“Dari Facebook kami kenal bang. Ini lah baru pertama kali kami jumpa bang, itu pun masih PDKT (pendekatan). Terus ditangkap kami gara-gara mereka buka baju,” kata SS.

Gubuk kosong di Lapangan Adam Malik.

Menurut keduanya, mereka tidak melakukan apa-apa di dalam gubuk tersebut.

“Cuma cat rambutnya kami bang. Jadi, supaya gak kena bajunya sama cat, dibuka orang itu lah bajunya bang,” tutur SS.

BACA JUGA   Ditabrak Revo, Warga Tempel Jaya Opname di RS Karya Husada Perdagangan

Sementara kedua remaja laki-laki itu, RS dan DAS, mengaku tidak bersekolah lagi dan kesehariannya mengamen di Taman Bunga Siantar.

“Kami buka baju, supaya gak kotor kena cat. Jadi dikira orang-orang itu kami ngapain-ngapain di gubuk itu bang,” ucap RS.

Keempat remaja di bawah umur itu akhirnya membuat surat perjanjian untuk tidak mengulangi perbuatan mereka.

“Untuk saat ini diambil datanya, dibina dan diantarkan ke rumahnya masing-masing kepada orang tuanya,” pungkas Robert Samosir. (irfan)