Hujan Mengguyur Balige, Pedagang dan Abang Becak Mengeluh

Tobasa, Lintangnews.com | Seharian Kota Balige, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) diguyur hujan menyebabkan sejumlah pedagang di pasar tumpah (onan) yang dilaksanakan sekali setiap minggunya tepatnya di hari Jumat harus menelan kekecewaan sebab pengunjung yang datang sangat sedikit, Jumat (9/11/2018).

Biasanya pasar tumpah yang digelar sekali dalam seminggu di Kota Balige selalu ramai pengunjung untuk berbelanja maupun sekedar menikmati suasana.

Namun Jumat (9/11/2018) keadaan berubah 180 derajat, membuat kesal pedagang sayur mayur dan buah-buahan yang sedari pagi menanti pembeli agar dagangan laris manis seperti pasar tumpah sebelumnya.

BACA JUGA   Perempuan Korea Selatan Melawan Pornografi dengan Kamera Pengintai di Toilet

Seperti keluhan pedagang tomat, cabai dan sayur mayur, L boru Sirait, jika akibat hujan turun sejak pagi dagangan miliknya tidak laku.

“Saya rasa ibu rumah tangga malas keluar akibat hujan. Lihat saja lebih banyak pedagang dari pembeli,” ujarnya dengan nada lesu.

Ditambahkan, sejak sore sekira pukul 15.00 WIB, baru 3 orang membeli dagangannya. Sementara sebelumnya jika pasar tumpah di Balige pada jam seperti itu, sebanyak 85 persen dagangannya sudah habis terjual.

“Dasar nasib lagi apes, modal saja kembali sudah bersyukur rasanya,” pungkas Boru Sirait.

BACA JUGA   Gagal ke Final, KDS FC Harapkan Turnamen Kapolres Siantar Cup Digelar Setiap Tahun

Hal ini juga berimbas kepada abang becak yang tidak mendapatkan penumpang akibat hujan yang mengguyur Balige sejak pagi hingga sore hari.

Salah seorang abang becak, R Tampubolon menyampaikan guyonan karena kesalnya, sebab penumpang yang menaiki becaknya tergolong minim.

“Para ibu-ibu yang ingin saya antarkan dapat membayar ongkos 2 hari lagi bahkan minggu depan juga bisa, ayo siapa yang mau,” sebutnya menarik minat penumpang. (asri)

Related Post