Ini Identitas Korban Penembakan di Papua yang Tewas dan Selamat

Anggota TNI dibantu warga mempersiapkan peti jenazah untuk korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Wamena, Papua, Selasa, 4 Desember 2018.

Jayapura, Lintangnews.com | TNI terus berupaya menelusuri keberadaan warga sipil pada dua distrik di Kabupaten Nduga, Papua yang menjadi korban akibat ulah kelompok kriminal bersenjata (KKB) di sana. Kedua distrik itu yakni Distrik Yigi dan Mbua. Penelusuran dimaksukan untuk memperjelas identitas korban.

Wakil Kepala Penerangan Kodam (Wakapendam) XVII/Cenderawasih Letkol Inf Dax Sianturi menyebutkan hasil penyisiran dan pengejaran aparat gabungan TNI-Polri di Distrik Yigi dan Distrik Mbua hingga Jumat pukul 05.00 WIT, sebanyak 16 orang ditemukan meninggal dunia. “Sebanyak sembilan jenazah sudah dievakuasi ke Timika, Kabupaten Mimika, Papua, Kamis (6/12/2018),” ujar Letkol Inf Dax.

Adapun identitas sembilan jenazah itu, yakni:

  1. Agustinus T (karyawan PT Istaka Karya)
  2. Jepry Simaremare (karyawan PT Istaka Karya)
  3. Carly Zatrino (karyawan PT Istaka Karya)
  4. Alpianus M (karyawan PT Istaka Karya)
  5. Muh. Agus (karyawan PT Istaka Karya)
  6. Fais Syahputra (karyawan PT Istaka Karya)
  7. Yousafat (karyawan PT Istaka Karya)
  8. Aris Usi (karyawan PT Istaka Karya)
  9. Yusran (karyawan Istaka Karya)

“Proses identifikasi dan autopsi direncanakan akan dilakukan di RS Charitas Timika,” ujar Letkol Inf Dax.

Adapun sebanyak 20 orang yang ditemukan selamat, identitasnya yakni:

  1. Marthinus Sampe, laki-laki, 25 tahun (karyawan PT Istaka Karya)
  2. Jefriyanto, laki-laki, 25 tahun (karyawan PT Istaka Karya)
  3. Ayub, laki-laki (karyawan PT Istaka Karya)
  4. Jimmy Aritonang, laki-laki, 32 tahun (karyawan PT Istaka Karya)
  5. Johny Arung, lak-laki (karyawan PT Istaka Karya)
  6. Tarki, laki-laki (karyawan PT Istaka Karya)
  7. Matheus Palinggi, laki-laki (karyawan Istaka Karya)
  8. Awan Maulana, laki-laki, 22 tahun (pekerja tower Telkomsel)
  9. Siman, laki-laki, 24 tahun (pekerja bangunan)
  10. Yulius, laki-laki, 25 tahun (pekerja bangunan)
  11. Yulman Mange, laki-laki, 26 tahun (pekerja bangunan)
  12. Nolpianus, laki-laki, 18 tahun (pekerja bangunan)
  13. Selfianus Mari, laki-laki, 35 tahun (pekerja bangunan)
  14. Makbul, laki-laki 50 tahun (pekerja bangunan)
  15. Jon Tandibua, laki-laki, 45 tahun (pekerja bangunan/tenaga kesehatan)
  16. Saleh, laki-laki, 28 tahun (pekerja bangunan)
  17. Simon Tandi, laki-laki, 44 tahun (pekerja bangunan)
  18. Batok, laki-laki, 43 tahun (pekerja bangunan)
  19. Mesran Arifin, laki-laki, 41 tahun (pekerja bangunan)
  20. Dirro Rombe, laki-laki, 34 tahun (pekerja bangunan)
BACA JUGA   Dilantik Besok, Corry Purba Diharapkan Sosok yang Mampu Membangun Sinergis di USI

Selain 20 pekerja konstruksi (pekerja bangunan) itu, terdapat empat orang warga setempat yang juga ikut dalam rombongan evakuasi. Itu sesuai manifest heli dan hercules saat proses evakuasi dari Nduga dan Wamena ke Timika. Mereka adalah:

  1. Asem Kogoya, laki-laki, dewasa.
  2. Endinus Tabuni, laki-laki, 31 tahun.
  3. Krisna Tabuni, balita.
  4. Sargi Lokbere.

Dengan demikian, sebanyak 24 orang warga sipil telah dievakuasi dalam kondisi selamat dari Distrik Mbua dan Distrik Yigi, Kabupaten Nduga. Sebanyak 22 orang dievakuasi ke Timika, dan dua lainnya masih di Wamena. Rinciannya, tujuh orang karyawan PT Istaka Karya, 12 pekerja bangunan, 1 pekerja tower Telkomsel, dan 4 orang masyarakat setempat.

BACA JUGA   Perempuan Korea Selatan Melawan Pornografi dengan Kamera Pengintai di Toilet

Menurut Letkol Dax, dari 16 orang korban meninggal dunia, sembilan orang di antaranya merupakan karyawan PT Istaka Karya. Jumlah total karyawan PT Istaka Karya saat insiden Nduga berdarah, tercatat sebanyak 28 orang. Sebanyak tujuh orang dipastikan selamat, sembilan orang dipastikan meninggal dunia, tujuh orang belum teridentifikasi, dan lima orang lainnya belum diketahui keberadaannya.

“Data di atas masih terus diupdate sesuai perkembangan informasi,” ujar Letkol Dax lagi.

Selain warga sipil, terdapat prajurit TNI-Polri juga menjadi korban KKB itu, dan juga sudah dievakuasi. Satu orang prajurit TNI yang gugur atas nama Serda Handoko. Dua orang lagi terkena luka tembak, masing-masing seorang anggota TNI atas nama Pratu Sugeng, dan seorang anggota Polri (Brimob) atas nama Bharatu Wahyu.

 

 

 

sumber : republika.co.id

 

 

Related Post