Irian Supermarket Kisaran Diduga Sengaja Tak Patuhi UMK Asahan

Ketua Pembina Lembaga Bantuan Hukum Cakrawala Nusantara Indonesia, Khairul Abdi Silalahi.

Asahan, Lintangnews.com | Irian Supermarket dan Dept Store Kisaran, Kabupaten Asahan merupakan perusahaan bergerak di bidang perbelanjaan terhadap beberapa jenis produk yang dijual.

Bahkan tahun 2018, Irian Supermarket dan Dept Store Kisaran telah menambah bidang dari perbelanjaan yaitu berupa hiburan tontonan film berbentuk bioskop yang buka mulai sore sampai malam hari.

“Kita lihat Irian Supermarket dan Dept Store Kisaran setiap hari buka mulai pagi hari sampai malam hari dan mempunyai karyawan sekitar 100 orang lebih. Hari libur serta hari besar keagamaan tetap buka,” ucap salah seorang warga, Andi

Ketua Pembina Lembaga Bantuan Hukum Cakrawala Nusantara Indonesia, Khairul Abdi Silalahi menanggapi adanya pemberitaan lintangnews.com terkait pembayaran gaji karyawan Irian Supermarket dan Dept Store Kisaran sebesar Rp 1,9 juta per bulan. Sementara karyawan itu sudah bekerja lebih dari 1 tahun. Selain itu, ada karyawan yang digaji di bawah Rp 1,9 juta.

BACA JUGA   Pujakesuma Ajak Masyarakat Tebingtinggi Terlibat Langsung Amankan Pemilu 2019

“Kita menduga telah terjadi perbuatan melawan hukum yang dilakukan pihak perusahaan. Karena Upah Minimum Kabupaten (UMK) Asahan saat ini sebesar Rp 2.593.986,64. Ternyata Irian Supermarket dan Dept Store Kisaran memberi gaji di bawah UMK Asahan saat ini,” sebut Khairul.

Pihaknya menilai, adanya kesengajaan dari pihak Irian Supermarket dan Dept Store Kisaran tidak mau mematuhi peraturan yang telah ditetapkan UMK Asahan saat ini.

Khairul menuturkan, sesuai UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan menjelaskan, setiap pekerja atau buruh berhak memperoleh penghasilan yang memenuhi penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. Pemerintah juga menetapkan upah minimum berdasarkan kebutuhan hidup layak, dengan memperhatikan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi.

“Tindakan Irian Supermarket dan Dept Store Kisaran yang membayar gaji karyawan di bawah UMK Asahan adalah tindakan kesengajaan. Dalam UU Ketenagakerjaan dijelaskan pengusaha dilarang membayar upah rendah dari minimum,” sebutnya.

BACA JUGA   Video Penjelasan Kapolres Simalungun Terkait Apel Gelar Pasukan Pengamanan Pemilu 2019

Dirinya juga menyoroti pihak Irian Supermarket dan Dept Store Kisaran memberlakukan lebih dari 8 jam kerja. Dalam hal ini, pihak perusahaan dapat dikenakan secara pidana dan sanksi administratif.

Khairul menjelaskan, sesuai UU Ketenagakerjaan pada psal 89 (1) disebutkan upah minimum sebagai dimaksud dalam pasal 88 ayat (3) huruf a dapat terdiri dari  upah minimum berdasarkan wilayah Provinsi atau Kabupaten/Kota. Disebutkan juga, upah minimum berdasarkan sektor pada wilayah Provinsi atau Kabupaten/Kota. Lanjutnya, pasal 90 (1) disebutkan, pengusaha dilarang membayar upah lebih rendah dari upah minimum sebagaimana dalam pasal 89.

“Apabila Irian Supermarket dan Dept Store Kisaran tidak melaksanakan UU Ketenagakerjaan itu dapat dipidana berdasarkan pasal 185 ayat (1) dan (2). Sanksi pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 4 tahun dan atau denda paling sedikit Rp 100 juta dan paling banyak Rp 400 juta,” sebutnya mengakhiri. (handoko)

Related Post