Judi Gelper di Perdagangan Berpotensi Merusak Hubungan Keluarga

Foto dokumen terkait perijinan dari Pemkab Simalungun.

Simalungun, Lintangnews.com | Kehadiran arena ketangkasan atau game zone yang lazim disebut gelper di Perdagangan, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun, berpotensi merusak hubungan keluarga.

Terbukti, saat sedang bermain gelper yang berbau judi, seorang pengunjung sekaligus pemain didatangi dan nyaris dipukul seorang pria paruh baya berbaju kerah warna coklat tua.

“Dari tadi dipanggili kau. Tapi, tetap kau di sini. Bukannya pulang,” ucap pria paruh baya tersebut dengan raut wajah tampak kesal sembari mengikuti langkah anaknya yang ke luar dari arena gelper, Rabu (9/1/2019).

Informasi diperoleh di lokasi, pria paruh baya yang terdengar dan terlihat membantingkan kayu dalam genggamannya ke lantai arena gelper sembari berbahasa Mandarin itu ternyata ayah dari seorang pemain.

“Yang tadi itu bapaknya. Memang dari tadi sudah dipanggili. Tapi, tetap anaknya di situ (gelper). Terakhir, bapaknya datang bawa kayu,” kata seorang pengunjung bertubuh gempal saat ditemui tak jauh dari pintu masuk gelper.

BACA JUGA   Video Pelaku Memperagakan Adegan Habisi Nyawa Guru Cantik Elpi Manik

Sementara, petugas penukar koin, Fredy justru melarang wartawan saat mengabadikan arena gelper dan para pengunjung yang sedang bermain. “Jangan difoto bang,” ucapnya sembari melirik handphone (HP) milik awak media.

Kemudian, pria berbaju yukensi warna putih dan memiliki tato di lengan tangan sebelah kiri tersebut bertanya, kenapa difoto dan direkam? Saat awak media menjelaskan untuk dokumentasi, Fredy langsung berjalan melayani pemain yang hendak menukarkan koin.

Sementara, seorang perempuan mengaku bernama, Liana, mengatakan bahwa satu koin seharga Rp 10 ribu. “Aku baru di sini. Dari bulan Agustus 2018. Kalau satu koin Rp 10 ribu,” katanya sembari menyampaikan sebentar menelepon pengawas bernama, Joel.

BACA JUGA   Video Pemaparan Kasat Reskrim Polres Simalungun Soal Rekon Guru SMP Dibunuh Tetangganya

Ditanya, siapa pemilik arena gelper dan mengapa petugas penukar koin tersebut melarang wartawan? Perempuan berambut lurus tersebut menjelaskan pemain menjadi tak nyaman. “Tak nyaman jadinya pemain. Itu namanya, Fredy, tugasnya menukarkan koin. Pengusahanya tidak tau,” kilahnya.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Perdagangan, Iptu Zikri Muamar, saat dikonfirmasi wartawan melalui telepon seluler menyampaikan, jika ditemukan ada indikasi praktik judi segera ditindak-lanjuti. “Kalau ada indikasi judinya, segera kita tindak-lanjuti,” ujar Zikri.

Pantauan saat di arena gelper yang telah meresahkan warga sekitar tersebut ditemukan selembar kertas bertuliskan, dilarang hutang dan menempel di dinding. (zai)

Related Post