Kampak Merah Dituntut 18 Tahun Penjara di PN Tebingtinggi

Terdakwa saat mengikuti persidangan di PN Tebingtinggi.

Tebingtinggi, Lintangnews.com | Sejak persidangan dakwaan digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tebingtinggi terkait kasus narkoba disertai aksi demo Front Pembela Islam (FPI) dan dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sai Sintong Purba, membuat terdakwa Bambang Kurniawan alias Kampak Merah (44) semakin lesu, Selasa (12/3/2019).

Pasalnya, terdakwa Kampak Merah dituntut jaksa selama 18 tahun penjara di depan majelis hakim yang diketuai Sangkot Tobing, dibantu hakim anggota, Albon Damanik dan Diana Gultom.

Dikatakan jaksa, jika terdakwa pada Kamis (6/9/2018) sekira pukul 22.00 WIB ditangkap Badan Nasional Narkotika Kota (BNNK) Tebingtinggi tepatnya di depan rumahnya, Perumahan Sudirman Bisnis Centre Jalan Sudirman No B 10 Kelurahan Sri Padang, Kecamatan Rambutan, Kota Tebingtinggi.

Terdakwa ditangkap saksi Haidi dan rekannya termasuk saksi Eko S (keduanya staf BNNK Tebingtinggi) setelah mendapat informasi yang dapat dipercaya, jika di Perumahan Sudirman Bisnis Centre Jalan Sudirman No B 10 ada orang yang sedang memiliki atau menguasai sabu dan pil ekstasi.

BACA JUGA   Pekerja Bongkar Temukan Sabu, Humas PKS PT SJS Hatonduhan Lepaskan Pemiliknya

Mendapat informasi itu, saksi langsung menuju ke tempat dimaksud untuk melakukan penyelidikan.

Sesampainya di tempat tersebut, para saksi melihat terdakwa Kampak Merah sedang berdiri di depan rumahnya dan gerak-geriknya mencurigakan. Sehingga para saksi langsung menangkap terdakwa dan membawanya masuk ke rumahnya.

Kemudian dilakukan penggeledahan dan di atas lemari hias ruang tamu di lantai 1 ditemukan 3 plastik warna bening berisikan sabu, 11 butir ekstasi warna hijau dan 1 set alat hisap sabu (bong).

Sedangkan dari dalam laci lemari kamar lantai 2 ditemukan 6 paket plastik bening berisikan sabu, 1 butir ekstasi warna hijau, 2 butir ekstasi warna biru, 3 butir ekstasi warna merah maroon dan 1 butir ekstasi warna merah muda.

Selanjutnya terdakwa dan barang bukti dibawa ke kantor BNNK Tebingtinggi untuk diproses.

BACA JUGA   Enam Pelajar SMKN 1 Tebingtinggi Lulus SNMPTN dan Siap Laksanakan UNBK

Setelah diperiksa, terdakwa mengaku membeli sabu dan ekstasi dari seseorang pria India yang tidak diketahuinya namanya di daerah Jalan Mangkubumi, Medan. Tiga plastik warna bening berisikan sabu dan 11 butir ekstasi warna hijau itu dibeli terdakwa sekitar 1 bulan yang lalu.

Sementara 6 paket plastik bening berisikan sabu, 1 butir ekstasi warna hijau, 2 butir ekstasi warna biru, 3 butir ekstasi warna merah maroon dan 1 butir ekstasi warna merah muda dibeli terdakwa sekitar 1 minggu yang lalu. Dengan harga sabu sebesar Rp 700.000 per gram dan ekstasi Rp 125.000 per butir.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 114 ayat (2) UURI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Majelis hakim pun menyatakan sidang diundur pekan depan untuk mendengarkan pledoi kuasa hukum Faisal. (purba)

Related Post