Kapolres Asahan Kunjungi Penderita Kanker Getah Bening di Dadimulyo

Kapolres Asahan, AKBP Faisal Napitupulu saat berbincang dengan Sarjimen yang terkena kelenjar getah bening.

Asahan, Lintangnews.com | Kapolres AKBP Faisal F Napitupulu beserta pejabat utama Polres Asahan mengunjungi warga penderita kanker kelenjar getah bening (kelenjar tiroit) di Dusun VI Jalan Galian, Desa Dadimulyo, Kecamatan Kisaran Barat, Selasa (29/1/2019)

Dalam kesempatan itu, Kapolres menyampaikan, keluarga besar Polres Asahan, merasa prihatin atas penyakit yang diderita Sarjimin (45) yang memiliki 4 orang anak ini.

“Semoga kedatangan kami kemari dapat mengurangi beban keluarga besar Sarjimin dan tetap tabah,” ujar AKBP Faisal.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Pemkab Asahan, Aris yang ikut hadir mengatakan, akan segera melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap penangan penyakit yang diderita Sarjimin.

BACA JUGA   Disdukcapil Deliserdang Lakukan Perekaman e-KTP di Lapas Tebingtinggi

Kapolres dan rombongan yang hadir saat itu juga memberikan tali asih berupa sejumlah uang dan bahan sembilan bahan pokok (sembako).

Sementara itu, Sarjimen mengucapkan terima kasih kepada pihak Polres Asahan yang telah hadir, sembari menceritakan bahwa penyakit yang dideritanya sudah berlangsung 5 bulan ini.

“Awalnya benjolan kecil saja, lalu saya merasa haus dan meminum es. Tak lama merasa sakit di bagian kepala dan hari demi hari, benjolan itu membengkak,” ujarnya sembari menunjukkan benjolan di bagian lehernya.

Benjolan itu menurut Sarjimen, terlihat di leher bagian kanan pada bulan Desember 2018 lalu dan terus membengkak dengan cukup cepat hingga sebesar bola kaki.

BACA JUGA   Polsek Perdagangan Tangkap Pelaku Judi Togel, Ini Pasal yang Disangkakan

Istri Sarjimen bernama Wagiatik mengatakan, pasrah dengan keadaan suaminya yang hanya bekerja sebagai pembuat batu bata itu.

“Kami pasrah pak sejak beberapa bulan ini suami saya sudah tidak membuat batu bata lagi karena sakitnya,” ujar Wagiatik.

Dia mengaku, telah membawa suaminya ke RSU HAMS Kisaran, namun diminta agar dirujuk ke Rumah Sakit (RS) di Kota Medan. Hal ini membuat pihak keluarga menyudahi pengobatan dan pasrah akan keadaan Sarjimen. (heru)

Related Post