Ketua Setara Institute : Reuni Aksi 212 adalah Gerakan Politik

Ketua Setara Institute, Hendardi.

Jakarta, Lintangnews.com | Rencana reuni aksi 212 telah menggambarkan secara nyata bahwa aksi yang digagas sejumlah elit Islam politik pada 2016 lalu dan coba direpetisi pada Minggu (2/12/2018) adalah gerakan politik.

Hal ini disampaikan Ketua Setara Institute, Hendardi. Menurutnya, sebagai sebuah gerakan politik, maka kontinuitas gerakan ini menjadi arena politik baru yang akan terus dibangkitkan sejalan dengan agenda-agenda politik formal kenegaraan terutama jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2019.

“Menguasai ruang publik (public space) adalah target para elit 212 untuk terus menaikkan daya tawar politik dengan para pemburu kekuasaan atau dengan kelompok politik yang sedang memerintah,” sebut Hendradi, kemarin.

BACA JUGA   Perempuan Korea Selatan Melawan Pornografi dengan Kamera Pengintai di Toilet

“Bagi mereka public space adalah politik. Jadi, meskipun gerakan ini tidak memiliki tujuan yang begitu jelas dalam konteks mewujudkan cita-cita nasional, gerakan ini akan terus dikapitalisasi,” tambahnya.

Dirinya menyesalkan gerakan 212 menggunakan pranata dan instrumen agama Islam, yang oleh banyak tokoh-tokoh Islam mainstream justru dianggap memperburuk kualitas keagamaan di Indonesia.

“Apa pun alasannya, populisme agama sesungguhnya menghilangkan rasionalitas umat dalam beragama. Juga menghilangkan rasionalitas warga dalam menjalankan hak politiknya,” ucap Hendradi.

Menurutnya, 2 tahun hampir berlalu gerakan ini mulai kehilangan dukungan sejalan dengan meningkatnya kesadaran warga untuk menjauhi praktik politisasi identitas agama untuk merengkuh dukungan politik atau menundukkan lawan-lawan politik.

BACA JUGA   Penutupan Pelatihan Lembaga Yuni Phea Diisi dengan Penyerahan Mesin Jahit

“Warga juga telah semakin sadar dan pandai melihat bahwa gerakan semacam ini membahayakan kohesi sosial bangsa yang majemuk. Jadi, kecuali untuk kepentingan elit 212, maka gerakan ini sebenarnya tidak ada relevansinya menjawab tantangan kebangsaan dan kenegaraan kita,” papar Hendradi mengakhiri. (rel)

Related Post