Ketua YLBH-CNI Tanggapi Dugaan Sungai Sei Lama Dicemari Limbah PT Sintong

Aliran Sungai Sei Lama yang berubah warna dan berbau tidak sedap. 

Asahan, Lintangnews.com | Berubahnya warna air sungai yang menjadi hitam dan berbau di Sungai Sei Lama bukan menjadi hal yang baru. Ini kejadian yang sudah lama terjadi, namun belum ada sampai saat ini penanganan serius.

Tercemar Sungai Sei Lama di Dusun XI Kapitan Desa Sei Lama. Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan mengakibatkan warga setempat dirugikan, baik dari segi lingkungan maupun kesehatan.

Padahal sungai merupakan sumber kehidupan mahluk hidup baik di darat maupun di air. Sungai Sei lama diduga tercemar oleh limbah perusahan PT Sintong Abadi yang mengakbatkan air berwarna hitam dan bau.

Berdasarkan investasi, banyak warga  Sei Lama, terutama di lintasan Sungai Lama merasakan kerugian secara kesehatan. Pasalanya, air sungai kalau dimandikan bisa menimbulkan gatal-gatal dan dari baunya menyebabkan pernafasan sesak.

BACA JUGA   Dikunjungi Ketua PKK Asahan, Pengrajin Batok Kelapa Sampaikan Harapannya

Ketua Pembina Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Cakrawala Nusantara Indonesia (YLBH-CNI) Asahan, Khairul Abdi Silalahi, Minggu (10/2/2019) menduga telah terjadi perbuatan melawan hukum PT Sintong Abadi. Dimana terjadi kelalaian atau pun sengaja membuang limbah ke Sungai Sei Lama.

Ketua Pembina Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Cakrawala Nusantara Indonesia (YLBH-CNI) Asahan, Khairul Abdi Silalahi.

“Dalam UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup menjelaskan, pencemaran lingkungan hidup adalah masuk atau di masuknya mahluk hidup, zat, energi atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia, sehingga melampaui baku mutu lingkungan hidup yang telah ditetapkan,” ucap Khairul.

Menurutnya, Sungai Sei Lama dikategorikan pencemaran air dan udara yang diduga dilakukan oleh PT Sintong Abadi, maka berdasarkan UU Nomor 32 Tahun 2009 dapat dikenakan secara pidana atau perdata.

BACA JUGA   Datang ke Siantar, Wakapoldasu Minta Tokoh Agama Netral dalam Pemilu 2019

Khairul menuturkan, pada pasal 98 ayat 1 disebutkan ‘setiap orang yang dengan sengaja melakukan perbuatan yang mengakibatkan  dilampauinya baku mutu udara ambien, baku mutu air, baku mutu air laut, atau kriteria baku  kerusakan lingkungan hidup, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 10 tahun dan denda paling sedikit Rp 3.000.000.000 dan paling banyak Rp 10.000.000.000.

“Dalam pasal 91 dan 92 disebutkan, setiap orang atau masyarakat dan organisasi lingkungan dapat melaporkan baik secara perdata maupun pidana apabila merasakan dirugikan baik secara matril dan moril,” kata Khairul.

Sementara itu pihak Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Asahan melalui Sekretaris Tohap, kemarin, mengatakan, bagian yang membidangi tentang pengawasan limbah tidak hadir di kantor. (handoko)

Related Post