Korwil Panei Ultimatum Guru PTT Tebus SPT, Jika Tidak Dilarang Mengajar

Korwil Pendidikan Kecamatan Panei, Agustinus Sitanggang

Simalungun, Lintangnews.com | Proses belajar mengajar siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di lingkup Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun, terancam terganggu dan terombang-ambing.

Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Kecamatan Panei, Agustinus Sitanggang mengultimatum para Pegawai Tidak Tetap (PTT) jika belum menebus Surat Perintah Tugas (SPT) yang telah diperpanjang dan bayar, tak berhak mengajar.

“Sejak dia (Agustinus Sitanggang) Korwil, programnya justru mengancam proses berlajar mengajar terganggu. Masa PTT diultimatum tak berhak mengajar jika belum membayar perpanjangan SPT,” ungkap salah seorang guru, Jumat (15/3/2019).

Diketahui, ultimatum dari mantan Korwil Pendidikan Kecamatan Pematang Sidamanik tersebut sejak seminggu lalu. Dan para guru berstatus PTT diberikan kesempatan selama 2 minggu.

BACA JUGA   Apel Gelar Pasukan Pemilu Serentak 2019 Berlangsung di Negeri Lama

“Minggu lalu diultimatum para PTT. Dan kesempatan yang diberikan selama 2 minggu untuk menebus SPT. Kalau tidak ditebus, tak berhak mengajar. Makanya, secara tak langsung, dunia pendidikan di Kecamatan Panei ‘diobarak-abrik’ Korwil yang sekarang,” kata guru itu sembari minta namanya dirahasiakan.

Selain itu, untuk menebus SPT yang telah diperpanjang, masing-masing PTT harus membayar sebesar Rp 1,3 juta dan diserahkan melalui para Kepala Sekolah (Kepsek) yang diduga telah kerja sama dengan Korwil, Agustinus Sitanggang.

“Bayarnya ada juga sama Kepsek. Karena, kan SPT diserahkan Korwil ke Kepsek. Kemudian, Kepsek yang menyetor hasil tebusan SPT ke Korwil,” bebernya.

BACA JUGA   Diungkap Polres Tobasa, Pencabulan Putri Kandung Terancam Pidana Seumur Hidup

Sementara, Agustinus Sitanggang saat ditemui, mengaku baru 2 minggu bertugas. “Baru 2 minggu aku di sini,” katanya sembari melihat laptop yang berada di depannya.

Ditanya, ada berapa orang jumlah guru PTT di lingkup Kecamatan Panei sekaligus perpanjangan SPT dan apakah benar membayar sebesar Rp 1,3 juta?, pria bertubuh tambun tersebut mengaku tak tau. “Gak tau,” elaknya singkat seraya menghisap rokok di tangannya.(zai)

Related Post