Pasangan Guru Selingkuh di Siborong-borong Hanya Dihukum Sanksi Sosial

Kabid Pendidikan Guru dan Tenaga Kependidikan Keguruan Disdik Pemkab Taput, Jonter Hutapea.

Taput, Lintangnews.com | Perbuatan yang tidak bermoral hingga mencoreng wajah pendidikan di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) dilakukan kedua oknum guru SMP inisial RS dan HS guru SD di Desa Bahal Batu 1, Kecamatan Siborong-borong beberapa waktu lalu hanya mendapatkan hukuman berupa sanksi sosial.

Hal itu dikatakan Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Guru dan Tenaga Kependidikan Keguruan Dinas Pendidikan (Disdik) Pemkab Taput, Jonter Hutapea di ruang kerjanya saat dikonfirmasi, Selasa (12/3/2019).

“Kalau sanksi disiplin untuk menindak mereka ke ranah hukum tidak bisa kami alamatkan kepada kedua oknum guru itu. Sebab pelanggaran disiplin tidak ada mereka langgar sesuai dengan pasal-pasal yang tertera di PP Nomor 53 Tahun 2010 tentang Penegakan Disiplin Kepada Pegawai Negeri Sipil,” ujarnya.

Jonter menuturkan, langkah dan tindakan sementara yang mereka lakukan saat ini untuk menghindari hal-hal yang datang dari masyarakat sekitar dan sekolah tempat kedua oknum guru itu mengajar adalah memanggil keduanya melalui Kepala Sekolah (Kepsek) masing-masing agar datang ke kantor Disdik, Senin (11/3/2019).

BACA JUGA   Kadisdik dan Kepsek Aksi Gotong Royong Bersama di SMPN 9 Tebingtinggi

“Selanjutnya kami tempatkan mereka bekerja secara terpisah, walaupun di kantor Disdik,” sebut Jonter.

Lanjutnya, setelah kedua dipanggil untuk diberikan pembinaan di kantor Disdik, sembari membuat Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tentang kronologi perbuatan mereka.

“Ini nantinya akan kita serahkan laporannya kepada pimpinan tertinggi kami yakni Bupati dan Baperjakat untuk mengambil tindakan dan sanksi apa yang pantas dialamatkan atau diberikan kepada keduanya,” tegasnya.

Sementara itu di tempat terpisah, Asisten III, Setia Darma Nababan, yang membidangi kepegawaian menuturkan, keduanya hanya akan mendapatkan sanksi sosial saja.

Pasalnya unsur pelanggaran yang mereka lakukan dari isi PP Nomor 53 Tahun 2010 tidak ada didapatkan laporan pelanggarannya.

BACA JUGA   Buah Pala Banyak Diminati Pengunjung di Stand Tinggi Raja

“Terkecuali saat penggerebekan kemarin itu ada warga yang langsung menyisir lokasi rumah tempat mereka berduaan untuk menemukan alat bukti dan diserahkan langsung ke polisi. Ini agar dugaan berzina atau berselingkuh yang dikatakan masyarakat itu bisa terbukti. Baru lah sanksi disiplin sesuai dengan PP Nomor 53 Tahun 2010 itu bisa kita alamatkan pada keduanya,” ucap Setia.

Dia juga menuturkan, akan sarankan kepada pimpinan agar kedua oknum guru itu bisa ditempatkan secara berpisah di dusun yang jauh dari hujatan gosip akan apa yang mereka lakukan kemarin.

“Terus terang kalau sanksi penegakan disiplin berupa hukuman pemecatan atau penurunan pangkat tidak bisa kita berikan pada mereka berdua,” papar Setia. (pembela)

Related Post