Pembangunan Jembatan Huta Limag, Pemkab Simalungun Utang ke Pihak Ketiga

Proyek pembangunan di jembatan di Huta Limag, Kelurahan Merek Raya, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun.

Simalungun, Lintangnews.com | Pembangunan jembatan di Huta Limag, Kelurahan Merek Raya, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun menelan anggaran sebesar Rp 200 jutaan bersumber dari dana siap pakai Tahun Anggaran (TA) 2018 silam.

Ternyata dalam pembayarannya, Pemkab Simalungun masih utang kepada pihak ketiga. Yakni CV Nova sebagai Direktur Utama (Dirut), Nova Damanik, warga Kelurahan Siopat Suhu, Kecamatan Siantar Timur, Kota Siantar.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Simalungun, Boantona Parapat.

“Proyek itu dikerjakan CV Nova, sebesar Rp 200 an juta pagunya, dari siap pakai TA 2018. Tapi belum dibayar. Sehingga kami tidak bisa memaksa pihak ketiga untuk memperbaiki,” ucap Boantona, Selasa (12/2/2019).

BACA JUGA   Prabowo-Sandi Unggul di Tebingtinggi

Boantona menuturkan, selaku Pejabat Pelaksana Tehnik Kegiatan (PPTK) proyek tersebut tidak dibenarkan memaparkan berapa volume pengerjaan. Termasuk volume tembok penahan dan plat beton. Ini mengingat kegiatan itu belum dibayar dan berkas-berkas pengerjaan ada di Dinas Keuangan.

“Yang jelas, gak seluruhnya proyek BPBD Simalungun. Sebelah kanan menuju Huta Limag saja, sedangkan sebelah lagi Dinas PUPR Bina Marga yang mengerjakan,” ungkapnya.

Dia juga menambahkan, adanya keretakan bukan cacat konstruksi. Melainkan, penyambungan di bagian sisi tepi tembok.

Mengenai belum dicabutnya peranca pembangunan jembatan, pihaknya akan segera memerintahkan rekanan (kontraktor) untuk membukanya setelah kegiatan tersebut dibayarkan oleh Pemkab Simalungun.

BACA JUGA   Rismon Sirait Kenalkan Budaya Batak di Pesta Demokrasi

“Kalau secara tahapan, benar kegiatan itu terhitung rampung (selesai). Namun karena belum dibayar, mana bisa kita suruh (membuka peranca pembangunan jembatan),” ujarnya. (zai)