Pemkab Asahan Sosialisasikan Pengelolaan Lumpur Tinja 

Kegiatan sosialisai terkait lumpur tinja yang dilaksanakan Pemkab Asahan. 

Asahan, Lintangnews.com | Melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) serta instansi terkait, Pemkab Asahan laksanakan kegiatan sosialisasi penyelenggaraan dan pengelolaan lumpur tinja.

Adapun sosialisasi itu dapat terselenggara berdasarkan Dokumen Pelaksana Anggraran (DPA) Tahun Anggaran (TA 2019), dan surat Bupati Nomor 593/1024/2019 tentang permintaan nara sumber kegiatan sosialisasi penyelenggaraan dan pengelolaan lumpur tinja, serta surat Bupati Nomor 005/1025/2019 tentang kegiatan sosialisasi penyelenggaraan dan pengelolaan lumpur tinja.

Kepala Dinas Perkim, M Azmy Ismail mengatakan, tujuan sosialisa dimaksudkan untuk memberikan pemahaman bagi masyarakat tentang peran dari Instalasi Pengelolaan Lumpur Tinja (IPLT). Ini juga upaya Pemkab Asahan dalam upaya memberikan kehidupan yang sehat bagi warga seiring dengan visi dan misi Asahan.

BACA JUGA   Ini Alasan ILAJ Minta Buka C1 Plano di Tingkat Kecamatan

“Kita menyelenggarakan sosialisasi juga untuk meningkatkan penerapan dan inovasi dalam upaya pengoptimalan kinerja IPLT melalui lumpur terjadwal. Juga meningkatkan kesadaran kita dalam upaya penyehatan lingkungan dan masyarakat dengan pemanfaatan IPLT,” ujar Azmy, Jumat (29/3/2019).

Pelaksanaan kegiatan sosisalisai juga melibatkan semua instansi terkait, termasuk peran serta masyarakat, dengan misi menuju masyarakat Asahan yang sehat

Azmy juga menyampaikan pesan Bupati Asahan, bahwa pengelolaan lumpur tinja yang tepat guna, selain membuat  lingkungan dan masyarakat menjadi sehat, juga dapat meminimalisir timbulnya bibit penyakit dihasilkan bakteri yang terdapat pada kotoran.

BACA JUGA   Usai Libur Pemilu dan Paskah, Loket di Porsea Dipenuhi Penumpang

“Adanya IPLT ini kita dapat mengurangi pencemaran lingkungan yang diakibatkan tinja. Ini juga dipicu perilaku masyarakat yang masih Buang Air Besar Sembarangan (BABS) maupun pembuatan septic tank tidak sesuai dengan standar. Akibatnya, air meresap dalam tanah dan mencemari sumber mata air yang kita butuhkan,” ungkap Azmy. (heru)