Pendidikan Indonesia harus Lebih Menumbuhkan Moral dan Karakter

Sejumlah pembicara diskusi Wajah Pendidikan Indonesia Pasca Pemilu foto bersama dengan mahasiswa USI.

Siantar, Lintangnews.com | Pendidikan Indonesia dinilai masih kurang optimal dalam menumbuhkan moral dan karakter peserta didik.

Hal itu disampaikan Dara A Nasution, saat menjadi pembicara pada acara diskusi bertema ‘Wajah Pendidikan Indonesia Pasca Pemilu’ yang di selengarakan Universitas Simalungun (USI) di Aula Fakultas keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP USI) Rabu (20/2/2019).

Mantan lulusan terbaik Universitas Indonesia (USI) tersebut mengatakan, lemahnya literasi di kalangan muda turut menjadi faktor.

“Sekarang anak-anak muda belajar melalui media sosial (medsos) dan televisi. Namun karena kurangnya literasi di kalangan muda malah mempengaruhi pola pikir mereka. Sebab medsos dan televisi terkadang juga tidak memberikan edukasi yang baik,” tutur alumni SMA Negeri 2 Siantar ini.

BACA JUGA   Pekerja Bongkar Temukan Sabu, Humas PKS PT SJS Hatonduhan Lepaskan Pemiliknya

Sementara itu, Marulam MT Simarmata pembicara lainnya dari akademisi mengatakan, mahalnya biaya sekolah  menyulitkan peserta didik menikmati pendidikan yang baik di sekolah. Meski pengalokasian APBN sebesar 20 persen untuk pendidikan.

“Biaya sekolah belum terjangkau, sehingga tidak ada ruang yang sama untuk mengembangkan peserta didik. Hal ini akibat mahalnya uang sekolah di swasta, dan kurang baiknya pembelajaran di sekolah negeri,” sebut Marulam.

Dosen USI ini menilai, perlu ada pengawasan oleh lembaga eksekutif dalam mengelolah anggaran pendidikan. “Kesejahteraan terhadap tenaga pengajar juga perlu ditingkatkan dan menjadi  motivasi kerja bagi para guru,” sebutnya.

BACA JUGA   TNI-Polri Apel Gelar Pasukan PAM Pemilu 2019 di Simalungun

Diskusi itu dihadiri oleh 3pembicara lainnya, yakni Bismar Sibuea, Amsar Saragih, Jalatua Hasugian, dengan moderator Bongsu Pakpahan.

Diskusi yang dihadiri ratusan mahasiswa-mahasiswi itu bertujuan untuk mengajak agar peduli kepada dunia pendidikan khususnya di Simalungun.

Pendidikan adalah yang fundamental untuk memajukan perdaban bangsa. Karena itu diskusi ini untuk merangsang kepedulian mahasiswa dan para tokoh pendidikan agar memberikan perhatiannya kepada pendidikan di daerah,” sebut Ketua Panitia, Anugrah R Nasution. (elisbet)

Related Post