Pola Hidup Sehat, Ini 5 Tips Meningkatkan Kualitas Sperma 

Ilustrasi pasangan.

Jakarta, Lintangnews.com | Masalah kesuburan pria umumnya terjadi ketika kuantitas dan kualitas sperma kurang baik. Entah itu karena jumlahnya sedikit, bentuknya tidak bagus, atau pergerakannya kurang cepat atau lincah untuk membuahi ovum alias sel telur.

Selain karena faktor usia, hal ini ternyata juga dipengaruhi oleh pola hidup sehat, lho. Lantas, pola hidup sehat apa saja yang dapat meningkatkan kualitas sperma?

Jika kamu dan pasangan ingin segera mendapatkan momongan, disarankan menjalani pola hidup sehat baik sebelum, saat, dan setelah program hamil selesai. Pasalnya, sperma yang dikeluarkan saat analisis sperma sebelum menjalani program bayi tabung adalah sperma yang terbentuk sejak tiga bulan yang lalu.

Ini artinya, kalau ingin program hamil dengan pasangan berhasil, maka kamu harus menerapkan pola hidup sehat jauh sebelum merencanakan kehamilan. Berikut ini adalah pola hidup sehat yang harus dilakukan untuk meningkatkan kualitas sperma.

  1. Makan makanan bergizi seimbang

Kualitas sperma dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, baik faktor internal maupun faktor eksternal. Salah satu faktor eksternal atau faktor luar yang dapat memengaruhi kualitas sperma adalah jenis makanan yang dikonsumsi. Sampai saat ini, masih banyak orang yang salah kaprah dan menganggap jenis makanan tertentu dapat meningkatkan kesuburan pria maupun wanita.

Misalnya, pria harus makan tauge supaya spermanya bagus dan wanita harus minum madu untuk meningkatkan kesuburan. Padahal, kenyataannya tidak selalu demikian. Sebetulnya, tidak ada makanan atau minuman tertentu yang dapat meningkatkan kualitas sperma. Yang terpenting adalah memastikan makanan yang dikonsumsi sesuai dengan prinsip gizi seimbang.

BACA JUGA   Urus Surat Kematian, Kelurahan Sari Matondang Lakukan Pengutipan

Hal ini memang tidak secara langsung meningkatkan kualitas sperma, akan tetapi jelas membuat tubuh jadi lebih sehat. Selain itu, makanan bergizi juga dapat meningkatkan libido alias gairah seksual pria. Kalau tubuh sehat dan disertai dengan gairah seksual yang baik, maka tingkat kesuburan pun juga akan meningkat. Alhasil, program hamil yang sedang dijalani bersama pasangan dapat berjalan dengan lancar dan peluang untuk memiliki momongan lebih besar.

2. Olahraga rutin

Obesitas menjadi salah satu penyebab turunnya kualitas sperma pada pria. Pasalnya, berat badan berlebih dapat mengganggu jumlah dan kualitas sperma itu sendiri, baik dari bentuk maupun pergerakannya yang menjadi tidak bagus.

Alhasil, sperma justru tidak dapat membuahi ovum secara optimal. Salah satu cara terbaik untuk mengendalikan berat badan adalah dengan olahraga rutin. Selain membantu menurunkan berat badan, olahraga juga dapat membuat tubuh menjadi lebih bugar dan lebih siap untuk menjalani program hamil. Pilihlah jenis olahraga yang kamu sukai dan sesuai dengan kondisi kesehatan. Misalnya dengan jogging, yoga, renang, dan sebagainya.

  1. Hindari merokok

Bagi yang memiliki masalah kesuburan dan ingin segera memiliki momongan, sebaiknya segera hentikan kebiasaan merokok. Faktanya, kualitas dan kuantitas sperma pada pria perokok aktif lebih buruk ketimbang yang tidak merokok.

Apalagi kalau kamu dan pasangan sudah dinyatakan susah hamil, maka kebiasaan buruk yang satu ini bisa semakin memperparah keadaan. Namun ingat, merokok bukanlah satu-satunya penyebab pria menjadi tidak subur, tapi dapat memperparah gangguan sperma.

  1. Kurangi penggunaan botol plastik
BACA JUGA   Kecamatan Padang Hillir Masuk Final Penilaian Kecamatan Terbaik

Botol plastik yang mengandung BPA nyatanya dapat menyebabkan turunnya kualitas sperma. BPA itu sendiri adalah senyawa mirip estrogen yang diketahui dapat menurunkan konsentrasi dan jumlah sperma pada pria. Maka itu, hindari menggunakan botol minum berbahan plastik yang banyak mengandung zat berbahaya. Bawalah tempat minum dari rumah dan pastikan tempat minum tersebut mengandung BPA free untuk memastikan botol ini aman.

5. Hindari menggunakan celana dalam ketat

Kebiasaan menggunakan celana dalam ketat dapat memengaruhi penurunan kualitas sperma. Lagi-lagi, hal ini tidak hanya disebabkan oleh satu faktor saja, ya. Contohnya begini. Kalau kita rajin olahraga dan makan makanan yang bergizi, maka penggunaan celana dalam ketat sebetulnya tidak terlalu masalah. Hanya saja, hal ini memang berisiko menekan dan meningkatkan suhu buah zakar alias skotum yang menjadi gudang sperma itu sendiri. Terlebih lagi jika kamu mengalami obesitas dan menjadi perokok aktif, hal ini dapat semakin memperparah turunnya kualitas sperma.

Selain penggunaan celana dalam ketat, kebiasaan sauna atau berendam air panas juga dapat menurunkan kualitas sperma, lho. Pasalnya, suhu panas yang mengenai buah zakar dapat merusak spermatogenesis atau proses pembentukan sperma pada pria. Pada akhirnya, kesuburan akan menurun dan membuat sulit punya anak.

 

 

 

sumber : kompas.com