Program Kawin Suntik Sapi Distankan Tobasa Diduga Gagal

14 ekor sapi yang terlihat kurus kering dan diduga asupan gizinya kurang.

Tobasa, Lintangnews.com | Program Dinas Pertanian dan Perikanan (Distakan) Pemkab Toba Samosir (Tobasa) di bidang pembibitan sapi dengan melakukan kawin suntik (inseminasi buatan) diduga tidak maksimal dan sungguh – sungguh.

Sebelumnya program itu mendorong kemajuan di bidang industri pembibitan sapi di Kabupaten Tobasa, sehingga peternak terjamin dalam memperoleh bibit unggul secara berkelanjutan, sesuai jumlah, jenis dan kualitas genetik yang diperlukan.

Untuk itu dilakukan menggunakan cara kawin suntik, dengan harapan untuk meningkatkan pendapatan petani dan sebagai sumber komoditas hasil peternakan.

Diketahui 14 ekor sapi betina yang diternakkan di Pertanian Terpadu atau Integrated Farm System (IFS) di Landbow Desa Sibarani Sampulu, Kecamatan Laguboti sudah dikawin suntik sejak bulan Juli 2018, namun belum membuahkan hasil.

BACA JUGA   Disdukcapil Deliserdang Lakukan Perekaman e-KTP di Lapas Tebingtinggi

“Benar sejak Juli 2018 lalu kita sudah melakukan suntik kawin terhadap seluruh sapi, dengan memanggil dokter hewan dari Provinsi Sumatera Utara. Namun hingga kini belum terlihat tanda -tanda kehamilan pada sapi yang kita ternakkan,” sebut petugas ternak pertanian, Kardis Sinaga, Selasa (12/2/2019).

Sementara pakan yang diberikan, menggunakan rumput gajah ditambah batang jagung yang sudah dicacah. Setiap harinya diberi makan 2 kali yakni, pagi dan sore hari.

“Untuk pakan seperti pellet dan asupan gizi lain tidak pernah kita berikan sebab anggaran tidak ada. Bahkan terkadang rumput gajah kita harus cari sendiri, mengingat di lokasi IFS stok rumput gajah terbatas.

BACA JUGA   Polsek Padang Hilir Penyuluhan Bahaya Narkoba di SMP Katolik Cinta Kasih

“Tak berhasilnya kawin suntik yang dilakukan akibat sapi kurang gizi, kita tidak tau pasti. Yang tau itu ahlinya. Lebih jelasnya, langsung saja ke Distakan Tobasa, sebab kita hanya pekerja merawat sapi,” ucap Kardis. (asri)

Related Post