Serahkan ‘Surat Sakti’ ke Kejari Simalungun, Edison Gagal Seret Rosnialan Jadi Tersangka

Surat sakti yang ditujukan pada pihak Kejari Simalungun dan Kabag Hublang PDAM Tirta Lihou Simalungun, Rosnialan Damanik.

Simalungun, Lintangnews.com | Edison Saragih gagal menyeret Rosnialan Damanik menjadi tersangka.

Meski sudah menyerahkan surat sakti adanya keterlibatan oknum Kabag Hublang PDAM Tirta Lihou Simalungun (Rosnialan Damanik) itu kepada pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Simalungun.

Sebelumnya, Polres Simalungun melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Edison Saragih yang tak lain pegawai PDAM Tirta Lihou Simalungun saat melakukan transaksi dengan masyarakat Nagori Mariah Buttu, Kecamatan Silou Kahean, persisnya di sebuah warung, Jumat (2/11/2018) silam.

Edison merupakan seorang kasir di UPT PDAM Tirta Lihou. Dalam penangkapan itu, polisi mengamankan uang tunai senilai Rp 11,2 juta dan 1 unit handphone  (HP) merk BVivo sebagai barang bukti.

BACA JUGA   Golkar Bilah Hilir Apresiasi Bedah Rumah FPBR di Negeri Lama

Hasil interogasi polisi, Edison mengaku bahwa pungutan yang dilakukannya atas perintah Kabag Hubungan Langganan (Hublang) Rosnialan Damanik.

Atas perbuatan tersebut, Edison disangkakan pasal 12 huruf e Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto pasal 64 KUHPidana tentang tindak pidana korupsi.

Mirisnya, meski sepucuk ‘surat sakti’ menerangkan keterlibatan oknum Kabag Hublang PDAM Tirta Lihou, dirinya nekad melakukan pungutan pembayaran terhadap masayarakat diberikan ke Kejari, tetap gagal menyeret Rosnialan menjadi tersangka.

“Hari ini kita limpahkan ke Pengadilan Tipikor Medan. Kami tidak ada kapasitas menambahi maupun untuk mengurangi tersangka. Itu kapasitas Kepolisian, jadi yang ditetapkan sebagai tersangka hanya Edison,” ucap Kasi Intel Kejari Simalungun, Robinson Sihombing,kemarin.

BACA JUGA   Keluhan Pelanggan Tak Ditanggapi, Dirut PDAM Tirtauli Terkesan Tutup Mata

Menurut Robinson, pihak Kejari hanya menganalisa laporan Kepolisian. Apabila unsur hukum nya sudah terpenuhi, sesuai analisa Kejari, maka menetapkan kasus tersebut itu P21 (lengkap). Lalu melimpahkannya ke pengadilan Tipikor Medan.

Sayangnya, terkait informasi itu coba dikonfirmasikan kepada, Rosnialan Damanik melalui pesan singkat WhatsApp (WA), Jumat (15/3/2019) sekira pukul 19.46 WIB, justru belum ditanggapi. (zai)

Related Post