Sungai Sei Lama Diduga Dicemari Limbah PT Sintong Abadi

Aliran air yang berada di belakang pabrik terlihat keruh dan menghitam.

Asahan, Lintangnews.com | Pabrik pengolahan tandan buah segar sawit PT Sintong Abadi di Desa Hesa Air Genting, Kecamatan Air Batu, Kabupaten Asahan diduga membuang limbah hasil pengolahan ke Sungai Desa Sei Lama, Kecamatan Simpang Empat.

Padahal, Sungai Desa Sei Lama sejak dulu dimanfaatkan masyarakat untuk mandi, mencuci dan kebutuhan lainnya. Dampak dari pembuangan limbah itu membuat air sungai berubah warna menjadi coklat dan mengeluarkan aroma tidak sedap.

Berdasarkan keterangan warga, adanya pembuangan limbah di aliran sungai itu tepatnya di Dusun XI Kapitan berdampak fatal. Pasalnya, masyarakat setempat hampir tidak bisa menggunakan air sungai tersebut.

Zulfikar Manurung, salah seorang warga Desa Sei Lama mengatakan, pembuangan limbah ke sungai itu berdampak pada masyarakat.

BACA JUGA   Sikapi Hasil Pemilu, Setara Institute Saran Gunakan Mekanisme Demokratik

“Salah satunya, air sungai sudah tidak bisa dikonsumsi buat minum dan mencuci beras,” sebutnya, Kamis (7/2/2019).

Menurutnya, keadaan air menjadi kotor, bau dan warnanya hitam. Air sungai yang biasa digunakan masyarakat selama 7 tahun lebih akhirnya menderita seperti saat ini.

Kondisi air sungai yang tampak menghitam.

“Sulit buat kami sekarang untuk mendapatkan air bersih. Terpaksa untuk kebutuhan minum kami membelinya dari depot air,” ungkapnya.

Di tempat terpisah, warga lainnya, Poniyem menuturkan, jika mau mencuci dan mandi harus mengungsi ke tempat tetangga yang memiliki air bersih dari sumur bor. Dia menuturkan, dulunya untuk mandi dan mencuci tidak perlu jauh-jauh, cukup di depan rumah menggunakan air sungai.

BACA JUGA   Perbaikan Pipa Bocor, Besok Air PDAM Tirtauli Mati Seharian di 2 Kecamatan Ini

“Semenjak air sungai itu diduga dialiri air limbah dari pabrik, kami sudah tidak bisa lagi menggunakannya sama sekali. Kami mohon kepada Pemkab Asahan untuk mengambil sikap dalam mengatasi permasalahan ini. Sampai kapan air sungai ini kotor dan tidak bisa digunakan,” kata Poniyem.

Sementara itu pihak Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Asahan melalui Kabid Pengawasan ketika ditemui di kantor nya untuk dikonfirmasi tidak ada di tempat.

“Bapak sedang rapat,” ucap salah satu staf kantor Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Asahan. (handoko)