Ternyata Tahul-Tahul Tanaman Khas Batak Menarik Minat Wisatawan

Tahul-tahul (berumur setahun) yang dikagumi wisatawan.

Tobasa, Lintangnews.com | Penggiat lingkungan sekaligus pecinta Danau Toba, Donald Sirait yang berdomisili di Dusun Dua Desa Sionggang Utara Kecamatan Lumban Julu, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) menyatakan, tanaman tahul-tahul perlu dikembangkan di kawasan itu.

“Pasalnya selama ini hutan yang berada di Desa Sionggang Utara sering dikunjungi para wisatawan yang datang dari berbagai negara. Mereka selalu meminta untuk dipandu ke Puncak Harangan Parsapadangan untuk melihat secara langsung tanaman tahul-tahul itu,” sebutnya, Rabu (21/11/2018).

Awalnya Donald menuturkan, mereka tidak tau tujuan kedatangan wisatawan itu. Namun setelah para wisatawan menunjukkan foto yang terdapat di secarik kertas, sehingga mereka tau yang dicari adalah tahul-tahul.

BACA JUGA   IPW Berharap Polres Jaksel Tuntaskan Kasus Pengeroyokan Libatkan Anak Pejabat

“Dalam beberapa kali kunjungan para wisatawan menyatakan, itu tanaman spesies anggrek yang luar biasa. Kata mereka, tahul-tahul itu ada beberapa jenis terlihat dari ukuran, warna, daun dan batang,” ucap Donald.

Namun menurut pengakuan para wisatawan, jika tanaman itu hanya dapat ditemui di Papua dan Tapanuli dengan spesies yang berbeda. Setelah berjelajah ke Papua dan Tobasa, mereka mengakui, tahul-tahul di Tobasa adalah tanaman yang paling luar biasa.

“Menurut mereka, jumlah spesies tahul-tahul di Tobasa bermacam-macam jenisnya. Selain itu, mereka menyebutnya Anggrek Toba,” tukas Donald.

Sejak kedatangan para wisatawan di Desa Sionggang Utara, masyarakat pun merasa beruntung. Karena setiap kunjungan, mereka membayar upah pemandu sebesar Rp 1 juta yang berangkat sekira pukul 08.00 WIB dan kembali pukul 14.00 WIB atau 6 jam lamanya.

BACA JUGA   Dilantik Sebagai Rektor USI, Ini Program Prioritas Corry Purba

Menurut Donald, saat ini mereka sedang melakukan pembangunan rumah anggrek secara swadaya. Bentuk dan suasana rumah anggrek akan dirancang sedemikian rupa, agar para pengunjung akan merasa puas dan diharapkan tempat tersebut akan menjadi pusat Anggrek Toba di kawasan Danau Toba.

Sesuai rencananya, mereka akan memproduksi tanaman itu menjadi souvenir bagi wisatawan yang berkunjung untuk mendukung program pembangunan kawasan wisata Danau Toba dan berharap dukungan dari Pemkab Tobasa. (asri)

Related Post