Wakil Ketua GAMKI Simalungun Minta KPU Bangun Komitmen saat Pesta Demokrasi

Wakil Ketua GAMKI Simalungun, Marjo Situmorang.

Simalungun, Lintangnews.com | Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPU) membuat strategi untuk menekan angka pemilih yang menggunakan hak pilih pada saat pesta demokrasi tahun 2019.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kabupaten Simalungun, Marjo Situmorang, Rabu (5/12/2018).

Dirinya pun bahkan mengajak para tokoh adat dan tokoh masyarakat sebagai penyambung lidah masyarakat, untuk membangun komitmen agar mengosongkan seluruh acara adat, baik itu adat perkawinan dan kematian pada saat Pemilu Serentaj berlangsung,tepatnya 17 April 2019 mendatang.

“Ini agar partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilih pada pemungutan suara di Pemilu Serentak itu nantinya maksimal,” sebutnya.

BACA JUGA   Pencuri di Gereja Katolik Santo Petrus Diciduk Unit Reskrim Polsek Parapat

Marjo menuturukan, apabila pada saat Pemilu Serentak berlangsung, ada 20 pesta nikah saja dan 20 pesta ada kematian, maka pastinya akan meminimalkan hak pilih yang ditaksir sampai 40 ribu hak pilih terbuang.

“Pada dasarnya Pemilu diadakan sebagai wadah penggunaan hak pilih sebagai bukti Indonesia negara yang berdemokrasi dan demokratis. Jadi strategis apabila bisa dilakukan melalui pendekatan budaya sebagai pendorong partisipasi pemilih dalam Pemilu 2019 nantinya,” papar Marjo

Dirinya berharap, penundaan waktu 1 hari dalam pesta pernikahan dan acara pesta adat kematian masih sangat belum mengganggu.

BACA JUGA   Dilantik Besok, Corry Purba Diharapkan Sosok yang Mampu Membangun Sinergis di USI

“Apabila ini dilakukan KPU membangun komitmen dengan tokoh masyarakat dan tokoh adat dapat menerimanya. Berarti budaya juga sudah turut mendukung pesta demokrasi yang telah ditetapkan pemerintah sebagai wujud kecintaan kita dalam berdemokrasi. Sekaligus sebagai alat ketata negaraan dalam mengisi orang-orang baru di parlemen,” tandas Marjo. (irfan)

Related Post