Warga Terusan Ulu Asahan Dihebohkan Tinggalnya Sandal Pelaku Pengintip

Diduga sandal milik pelaku pengintip yang tinggal di rumah warga. 

Asahan, Lintangnews.com | Warga Dusun I Terusan Ulu, Desa Padang Sari, Kecamatan Tinggi, Raja Kabupaten Asahan mendadak ramai dikarenakan adanya kejadian yang tidak senonoh di rumah Pak Mrp, Minggu ( 14/4/2019) sekira pukul 20.00 WIB seusai Sholat Isya.

Kejadian tak sesonoh adalah mengintip atau biasa orang kampung disebut tukang keten (tuken). Hal ini membuat geram warga Terusan Ulu.

Awalnya, salah seorang putri dari pak Mrp hendak Sholat Isya di kamar. Namun ketika melihat ke jendela, terlihatnya sesosok pria di bawah jendela kamar tepatnya di samping rumah .

Menurut marga Sinaga, salah seorang warga yang saat itu berada di rumah pak Mrp, sebelumnya mereka lagi duduk-duduk di dapur bersama pihak keluarga sedang menonton televisi.

BACA JUGA   Kebakaran Rumah di Merek Raya, Rosmanina Sinaga Meninggal Dunia

“Tiba-tiba putri pak Mrp memanggil ke dapur . Dia mengatakan sepertinya ada orang di bawah jendela kamarnya,” ungkap Sinaga.

Sontak mendengar pernyataan seperti itu, mereka pun bergegas ke belakang rumah. Akhirnya melihat sosok pria yang sedang mengintip di samping rumah pak Mrp.

“Namun sayangnya pelaku pengintip tidak dapat kami tangkap, sebab langsung lari. Kami hanya menemukan sepasang sandal yang diduga milik pelaku pengintip,” tukas Sinaga.

Dirinya meminta dengan tegas kepada pihak keamanan, khususnya Kepala Desa (Kades) Padang Sari untuk meningkatkan keamanan dan kembali mengaktifkan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) agar tidak lagi terjadi hal-hal seperti di Terusan Ulu.

BACA JUGA   Mancing di Kolam Mekar Bahalat, OTK Ditemukan Meninggal Dunia

Menurut Sinaga, jika beberapa bulan lalu sudah pernah terjadi hal yang sama. Namun sampai saat ini persoalan itu belum bisa diatasi. Pihaknya khawatir, kalau dibiarkan terus menerus, maka terjadi hal-hal yang lebih dari itu.

“Kejadian ini membuat resah warga, terutama bagi kaum perempuan, anak gadis dan mamak-mamak (ibu-ibu),” sebut Sinaga. (handoko)