21 Hari Warga Tebingtinggi Koma di RSVI, Berharap Bantuan Pemerintah

Nuraisyah Hasibuan, istri Sandy Syahputra.

Siantar, Lintangnews.com | Sandy Syahputra (35), warga Jalan Bukit Sinabung Lingkungan I, Kelurahan Tanjung Marulak, Kecamatan Rambutan, Kota Tebingtinggi menjadi korban kecelakaan lalu lintas (laka lantas) beberapa waktu lalu.

Lebih kurang 21 hari dirinya terbaring menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Vita Insani (RSVI) Kota Siantar.

Saat ini pihak keluarga terbentur biaya, sehingga menaruh harap ‘menengadahkan tangan’ pada bantuan dari Pemko Tebingtinggi.

“Kami orang susah dan mengalami kejadian seperti ini lagi, bingung bagaimana lagi. Makan juga susah, anak yang masih kecil saja ditinggal dan dijaga keluarga. Sedangkan biaya yang harus dibayar puluhan juta di RSVI,” kata Nuraisyah Hasibuan, istri Sandy, saat ditemui Minggu (18/4/2021).

Dibarengi nada sendu menahan tangisan, Nuraisyah menceritakan, hidupnya bersama suami bersumber dari menjajakan mainan anak-anak di tempat pesta pernikahan dan mereka tinggal di kos-kosan.

“Bingung lah pak, sementara kami sudah segan dengan pihak RSVI, karena uang sama sekali tidak ada, namun dapat memaklumi dan tidak mengurangi perawatan pada suami saya,” sebutnya.

Dirinya pun mencoba meminta tolong pada Pemko Tebingtinggi, sehingga ingin bertemu langsung dengan Wali Kota, Umar Zunaidi Hasibuan.

“Kalau dibolehkan gak malu saya ketemu pak Wali Kota yang kebetulan kami sama-sama Hasibuan juga, mana tau tergerak hati beliau membantu,” ucap Nuraisyah.

Dia juga mengatakan, jika klaim asuransi PT Jasa Raharja dan uang perdamaian dari supir Bus CV Sartika Grup sebesar Rp 7,5 juta, tidak mencukupi untuk biaya Rumah Sakit (RS) suaminya.

Terpisah, Sutrisno Dalimunthe selaku Humas RSVI saat dihubungi melalui selulernya, membenarkan Andy Syahputra masih menjalani penanganan medis.

“Iya benar, pasien bernama Andy Syahputra, korban laka lantas masih menjalani penanganan medis sampai saat ini,” kata Sutrisno.

Saat disinggung terkait pembiayaan, Sutrisno menjelaskan, sesuai komunikasi dengan istri Sandy, pihaknya masih mendukung upaya keluarga untuk bisa mengupayakan dana atas biaya medis yang dibutuhkan selama ini.

“Kita tetap mendukung pihak keluarga mengupayakan dana yang dibutuhkan, tanpa mengurangi pelayanan dan penanganan dari RS,” tutup Sutrisno.

Sebelumnya, peristiwa laka lantas dialami Andy Syahputra di Jalan Kisaran-Medan, Desa Mandaris, Kecamatan Tebingtinggi Syah Bandar, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Selasa (30/3/2021) sekira pukul 19.00 WIB.

Saat itu Sandy bersama istri dan anaknya mengendarai becak motor (betor) butut sewaan toke atau majikannya dalam keadaan mogok. Hal ini membuat Sandy berupaya menghidupkan betor yang berhenti di beram badan jalan.

Tiba-tiba dari belakang datang Bus Sartika nomor polisi (nopol) BK 7350 DN dikemudikan Dedy Diamat Bagus Manullang menabrak hingga membuat Sandy, istri, anak dan betor terpental jauh.

Akibatnya Sandy mengalami kritis dan dilarikan ke RS Bhayangkara Tebingtinggi dan akhirnya dirujuk ke RSVI. Kasus ini pun ditangani pihak Satuan Lalu Lintas Polres Tebingtinggi. (Red)