Terkesan Dipaksakan, Festival Solu Tradisional Lumban Gaol Minim Pengunjung

Penonton yang minim menyaksikan Festival Solu Tradisional Lumban Gaol.

Tobasa, Lintangnews.com | Tujuan digelarnya suatu festival dapat menarik minat pengunjung agar hadir, sekaligus menarik wisatawan untuk datang ke tujuan wisata tempat digelarnya kegiatan.

Tetapi tidak demikian yang terjadi pada Festival Solu Tradisional Toba Samosir (Tobasa) tahun 2018 bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara pada Sabtu (22/9/2018).

Sejak ditetapkan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo pada tahun 2016 lalu, Danau Toba merupakan tujuan wisata kelas wahid. Sementara untuk menghadirkan wisata sekitaran Danau Toba termasuk Kabupaten Tobasa semaksimal mungkin, dengan pengadaan event maupun festival melalui Dinas Pariwisata agar keindahan objek wisata Danau Toba bentukan kaldera gunung berapi itu lebih diminati.

Namun disayangkan, festival yang besar memiliki sebanyak 105 orang peserta siap bertanding pada Festival Lomba Solu di Pantai Pasir Lumbangaol Tambunan, Kecamatan Balige, justru tidak diketahui masyarakat setempat, apalagi luar daerah.

Salah seorang warga bermarga Tambunan memberikan komentar, jika masyarakat merasa tidak puas dengan festival itu. Di mana acara sebesar ini bagaikan pesta antar kampung.

Spanduk acara Festival Solu Tradisional Lumban Gaol.

“Dapat dikatakan jumlah peserta lebih banyak dari penonton(pengunjung). Kita menduga kegiatan ini sepertinya dipaksakan tanpa ada publikasi kepada masyarakat,” sebutnya.

Awalnya dia berharap pengunjung akan membludak dan dapat memberikan keuntungan pada warung miliknya. “Tetapi harapan saya berbanding terbalik,” pungkas Tambunan.

Sementara menurut Kadis Pariwisata Tobasa, Audi Murphy Sitorus, pihaknya harus berterimakasih dengan diadakan festival itu. “Meskipun minim pengunjung setidaknya ada yang hadir, sehingga dapat membuat senang masyarakat setempat,” katanya.

“Jika rasa puas dengan acara ini, sudah pasti kita tidak puas. Semoga dengan acara ini masyarakat turut andil mengembangkan wisata Tobasa. Kedepannya kita akan buat event yang lebih besar yang melibatkan Kabupaten lain. Pastinya hari ini pengunjung sudah lebih banyak dari hari sebelumnya,” pungkasnya. (asri)