Potret Warga Negeri Lama Hidup di Bawah Garis Kemiskinan

Nurlela di depan rumah yang ditempatinya.

Labuhanbatu, Lintangnews.com | Tak satu orang pun mau dan ingin dilahirkan menjadi warga miskin di dalam menapaki kehidupan sebelum ajal datang menjemput, namun untung tak dapat diraih malang tak dapat  ditunda.

Seperti harapan Nurlela Dalimunthe (34) warga Jalan Gereja Lingkungan Kampung Nelayan Kelurahan Negeri Lama, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu.

Saat wartawan berkunjung ke rumahnya, Minggu (23/8/2018), perempuan berstatus janda selama 10 tahun ini mengharapkan bantuan dari Pemkab Labuhanbatu untuk membangun rumahnya.

Pasalnya kondisi rumah sudah mau runtuh dan berlubang-lubang, dilapisi dengan spanduk bekas dan seng yang sudah lapuk. Ini termasuk papan rumah dalam kondisi sudah lapuk. Jika hujan, maka di dalam rumah Nurlela berukuran 4 x 4 meter itu menjadi basah. Rumah yang ditempatinya bersama 2 orang anaknya itu juga tidak memiliki kamar dan mandi, cuci, kakus (MCK) yang layak.

“Saya mendapatkan beras miskin (raskin) sebanyak 10 kg. Saya hanya mencari upah dari tetangga dengan mencuci pakaian ” ungkap perempuan yang akrab dipanggil Lela itu.

Sementara Lurah Negeri Lama, Syahril Rit mengatakan, terkait bantuan dari pemerintah, bukan pihaknya yang mendata langsung, namun ada pendamping pendataan dari Dinas Sosial (Dinsos) Pemkab Labuhanbatu. “Kita sudah kita mengambil data KTP dan KK, serta foto kondisi rumah,” sebutnya.

Syahril menuturkan, pihaknya tetap menunjukkan warganya yang hidupnya di bawah garis kemiskinan kepada petugas pendata Dinsos atau independen maupun organisasi yang membutuhkan data masyarakat kurang mampu.

Selain Nurlela, ternyata masih banyak juga warga mengalami nasib yang serupa. Seperti Hamzah atau Lokot, Basri,dan Syafrijal Idah yang tinggal di Kampung Nelayan Negeri Lama Bilah Hilir yang sudah dilaporkan pihak Kelurahan pada petugas pendata.

“Program Pemerintah yang sudah berjalan di wilayah ini adalah Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dan Program Keluarga Harapan (PKH),” sebut Syahril.

Ketua Partai Golkar Kecamatan Bilah Hilir, Muhammad Yusuf ketika dihubungi wartawan mengharapkan pada Pemkab Labuhanbatu khusus Dinsos untuk segera mengkroscek kondisi masyarakat yang kurang mampu.

Dirinya prihatin dengan kondisi rumah Nurlela yang kurang memadai tanpa penerangan listrik PLN. “Kita berharap adanya perhatian Pemkab Labuhanbatu atau instansi terkait untuk membantu. Jika tidak ada kebijakan sama sekali baik dinas atau pemerintah tak peduli, kita akan sampaikan ke DPRD Labuhanbatu secara tertulis masih ada masyarakat Bilah Hilir yang di bawah garis kemiskinan,” sebut Yusuf. (sofyan)