Partai Golkar Usung Asner Silalahi-Susanti di Pilkada Siantar

Sekretaris Tim Pilkada Partai Golkar Sumut, Sangkot Sirait didampingi Ketua Golkar Siantar, Mangatas Silalahi dan Sekretaris, Marli Suryatama menyerahkan surat DPP Partai Golkar kepada Asner Silalahi.

Jakarta, Lintangnews.com | DPP Partai Golkar untuk sementara mengusung Asner Silalahi dan Susanti Dewani untuk Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Siantar pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Tahun 2020.

Surat nomor B-181/GOLKAR/III/2020 tertanggal 21 Maret 2020 itu langsung ditandatangani Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartanto dan Lodewijk F Paulus sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen).

Dalam isi surat itu menyatakan, untuk meraih kemenangan dalam Pilkada 2020, DPP Partai Golkar perlu menetapkan lebih awal Bakal Calon (Balon) Kepala Daerah dari Provinsi yang telah melakukan penjaringan sesuai ketentuan yang berlaku. Dan mengusulkan penetapannya ke DPP Partai Golkar.

Sehubungan dengan hal itu, DPP Partai Golkar menetapkan sementara Asner Silalahi berpasangan dengan Susanti Dewani di Pilkada Siantar. Namun dengan syarat dan tugas membangun komunikasi atau koalisi dengan partai politik (parpol) lain. Sehingga dapat memenuhi atau memantapkan persyaratan sebagaimana diatur dalam perundang-undangan yang berlaku.

Surat DPP itu diserahkan Sekretaris Tim Pilkada Partai Golkar Sumut Sangkot Sirait, Senin (23/3/2020) di di Kota Medan. Pada penyerahan kepada Asner Silalahi itu turut didampingi Ketua DPD Golkar Kota Siantar, Mangatas Silalahi, Sekretaris, Marli Suryatama dan Wakil Ketua, Muktar Tarigan.

Sangkot, surat yang dikeluarkan DPP setelah pasangan Asner-Susanti mengikuti semua tahapan mulai dari penjaringan di tingkat DPD Siantar. Selanjutnya DPD Sumut mengirimkan beberapa nama ke DPP. Akhirnya DPP menjatuhkan pilihannya kepada pasangan Asner-Susanti.

Disinggung adanya istilah sementara di dalam surat DPP, Sangkot menjelaskan, ini dilakukan agar pasangan Asner-Susanti mencari parpol lain untuk berkoalisi.

“Karena kita ketahui, di Kota Siantar untuk bisa mencalon minimal 6 kursi di DPRD. Sementara Partai Golkar ada 5 kursi, sehingga perlu dilakukan koalisi dengan partai lain,” paparnya.

Sangkot juga berpesan kepada Asner agar tetap berjuang untuk terus melakukan sosialisasi pada masyarakat Siantar, sehingga bisa meraih kemenangan di Pilkada 2020 nantinya. (Akbar)