Wali Kota Tebingtinggi : UMK Balikpapan Jadi Contoh

Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan menyampaikan kata sambutan.

Tebingtinggi, Lintangnews.com | Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan bersama Ketua Dewan Pengupahan Kota yang juga Kadis Tenaga Kerja, Iboy Hutapea, Kabag Humas PP, Abdul Halim Purba dan sejumlah pejabat Pemko melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kota Balik Papan, Kamis (12/10/2018), diterima Wali Kota Balikpapan, M Rizal Effendi.

Kunker juga diikuti Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Syafriyudi Satrio, Ketua SPSI Ibrahim, Ketua SBSI, Binter Gultom, Kabag Ekbang Zahidin dan Kabag Hukum Masita tersebut untuk melihat sejauh mana penerapan Upah Minimum Kota (UMK) di Kota Balikpapan dibandingkan dengan Kota Tebingtinggi.

Wali Kota melalui Kabag Humas PP, Abdul Halim Purba dalam siaran pers kepada wartawan, Jumat (12/10/2018), menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Balikpapan, M Rizal Effendi beserta jajarannya yang telah menerima kunker rombongan dari Pemko Tebingtinggi yang disambut dengan kesenian budaya serta tari-taran khas Dayak dan fashion show.

“Terima kasih atas sambutan yang meriah dan penuh keakraban serta kekeluargaan itu. Kami telah disambut dengan kesenian budaya serta tari-taran khas Dayak dan ini memberikan kesan yang begitu mendalam bagi kami,” kata Wali Kota.

Lebih lanjut Umar Zunaidi mengatakan, bahwa UMK di Balikpapan saat ini sangatlah baik, baik upah maupun kesejahteraannya, sehingga harus dilakukan juga di Tebingtinggi.

“Upah Minimum di Balikpapan cukup lah tinggi yakni di atas Rp 2.600.000 per bulan, sedangkan Tebingtinggi hanya Rp 2.164.900 per bulan. Ini lah yang membuat kami harus banyak belajar di Balikpapan ini,” katanya.

Umar Zunaidi menyampaikan, Pemko Tebingtinggi akan melakukan kerja sama dengan pemerintah Jepang yang sebelumnya telah dibahas bersama dengan Wali Kota Toyama di Kemendagri dan Konjen Jepang di Medan beberapa hari lalu.

Adapun kedelapan bidang pembangunan yang akan dilakukan meliputi, inovasi teknologi pertanian perkotaan (urban farming), inovasi teknologi daur ulang sampah. Inovasi teknologi pengembangan dan pemasaran produk unggulan UMKM.

Selanjutnya, inovasi teknologi pelayanan medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Bidang kepariwisataan (river side city), bidang pendidikan dan kebudayaan. Peningkatan kapasitas jaringan pasokan air bersih dan sanitasi, serta teknologi bangunan tahan gempa. (purba)