11 Januari 2021 Rencana Belajar Tatap Muka Dilakukan di Siantar

Pelajar saat melakukan belajar tatap muka (Ist)

Siantar, Lintangnews.com | Pemko Siantar berencana membuka belajar tatap muka di Kota Siantar pada Januari 2021 mendatang.

Rencana itu pun ditindaklanjuti Gugus Tugas Percepatanan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Siantar dengan menggelar rapat di Ruang Data Pemko Siantar, Senin (14/12/2020).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Pemko Siantar, Rosmayana Marpaung mengatakan, rencana belajar tatap muka untuk siswa-siswi Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) akan dilakukan pada tanggal 11 Januari 2021.

Untuk dapat menggelar belajar tatap muka, pihak sekolah harus menyanggupi sejumlah syarat yang ditetapkan melalui kesepakatan 4 Menteri.

“Di antaranya persyaratan itu yakni, pelaksanaan protokol kesehatan (prokes) secara ketat. Sekolah harus memiliki sanitasi yang jumlahnya memadai, untuk melayani siswa, pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah,” terangnya.

Lanjutnya, untuk menggelar belajar tatap muka, pihak sekolah harus mendapat izin (persetujuan) dari Komite Sekolah dan orang tua (ortu) siswa.

Dijelaskan Rosmayana, meski sekolah dibuka, bukan berarti setiap hari siswa akan datang ke sekolah untuk belajar tatap muka. Melainkan, direncanakan, untuk TK, hanya 1 kali dalam satu pekan belajar tatap muka. Untuk siswa SD dan SMP, 2 kali dalam sepekan mengikuti belajar tatap muka.

Jelasnya, jam belajar siswa saat belajar tatap muka, hanya 3 jam. Dimana, untuk 1 ruangan kelas, jumlah siswanya tidak boleh lebih dari setengah dari jumlah siswa dalam satu kelas.

“Misalnya, untuk SD, jumlah SPM nya kan 28 orang. Jadi siswa yang dapat mengikuti belajar tatap muka hanya 14 orang. Untuk SMP, SPM nya 32 orang, sehingga siswa yang ikut belajar tatap muka, maksimal jumlahnya 16 orang per kelas,” ujar Rosmayana.

Sementara itu sebelumnya, Kasi SMA UPT Dinas Pendidikan (Disdik) Sumatera Utara, Rudolf Barmen Manurung menegaskan, untuk tingkat SMA telah siap untuk menggelar belajar tatap muka pada bulan Januari 2021 mendatang.

Katanya, SMA dan SMK di Siantar telah sejak dua bulan yang lalu disosialisasikan tentang rencana belajar tatap muka. Sehingga, apa yang menjadi persyaratan, pihak SMA dan SMK di Siantar telah siap untuk belajar tatap muka.

“Ini belajar tatap muka penting dilakukan. Karena siswa kelas 12 akan menghadapi ujian akhir pada bulan tiga mendatang. Untuk prokes dan lainnya, kami sudah siap,” ucap Rudolf.

Sementara itu, Sekretaris Satgas Covid-19 Siantar, Daniel Siregar menegaskan, ada pun syarat mutlak yang harus dipenuhi setiap sekolah adalah, prokes ketat, seperti, memakai masker, mencuci tangan dengan air mengalir dan menjaga jarak.

Kemudian, standart sanitasi dan jumlah sanitasi sekolah harus sesuai dengan kebutuhan, agar tidak terjadi kerumunan di lokasi sanitasi (kamar mandi).

“Ini agar tidak tercipta kerumuman, jadi jumlah sanitasi yang sesuai, juga harus disediakan,” sebutnya.

Lanjut Daniel, sekolah juga harus memiliki Satgas Covid-19 sebagai pengawas. Satgas Covid-19 ini berasal dari guru dan relawan (masyarakat). “Jadi sekolah harus mampu merekrut relawan untuk menjadi Satgas,” ungkapnya.

Syarat mutlak lainnya, persetujuan orang tua siswa. Dalam hal ini, bila ada orang tua yang tidak menginginkan anaknya untuk belajar tatap muka, maka pihak sekolah diharuskan untuk tetap menggelar pendidikan daring (dalam jaringan) maupun luar jaringan (luring) kepada anak tersebut.

Sedangkan persetujuan mutlak lainnya, melalui komite sekolah. Sehingga komite sekolah harus transparan, untuk meminta persetujuan dari orang tua siswa.

Ikut juga pada rapat itu, Kadis Kesehatan Pemko Siantar, Ronald Saragih, Kasatpol PP Robert Samosir, Kabag Ops Polres Siantar, Kompol Lamin, serta anggota Komisi II DPRD Siantar, diantaranya, Netty Sianturi, Frans Herbert Siahaan dan Ferry SP Sinamo. (Elisbet)