6 Bacaleg Perempuan Golkar Tebingtinggi Mengundurkan Diri

Perwakilan Bacaleg Perempuan Golkar Tebingtinggi, Riski Rinda Amelia Bangun saat menyerahkan surat pengunduran diri.

Tebingtinggi, Lintangnews.com | Pasca digelarnya Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Tebingtinggi yang digelar di Medan serta Surat Dewan Pertimbangan (Wantim) Golkar Tebingtinggi diabaikan oleh DPD Golkar Sumut terkait pelaksanaan Musda ke IX Golkar Tebingtinggi kini berbuntut panjang.
Pasalnya, Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) perempuan Golkar Tebingtinggi menyerahkan surat pernyataan pengunduran diri ke KPUD Tebingtinggi di Jalan Rumah Sakit Umum, Kecamatan Tebingtinggi Kota.

“Enam orang Bacaleg perempuan Golkarmenyatakan mengundurkan diri untuk tidak masuk dalam Daftar Calon Tetap (DCT) Pemilihan Legislatif (Pileg),” ucap Bacaleg Perempuan Golkar, Riski Rinda Amelia Bangun didampingi LO Partai Golkar Edi Azhar Nasution kepada wartawan di KPUD Tebingtinggi.

Riski mengatakan, pengunduran diri sebagai Bacaleg dikarenakan tidak ada keseriusan DPD Golkar Sumut untuk membesarkan partai Golkar di Tebingtinggi.

Hal ini terlihat surat Wantim Golkar Tebingtinggi tentang permohonan Musda ke IX digelar usai Pemilu 2019 diabaikan dan tetap digelarnya Musda ke IX di Medan, Senin (17/9/2018).

“Wantim memohon penundaan, tapi DPD Golkar Sumut tetap melaksanakan Musda. Ini kan menjadikan kader Golkar terpecah belah,” tandasnya.

Riski juga menjelaskan, pelaksanaan Musda ke IX DPD Golkar Tebingtinggi di Medan diduga adanya keberpihakan dari Pimpinan Musda Riza Fachrumi Thahir. Di mana pelaksanaannya tidak mengacu pada Tata Tertib (Tatib) Musda sebagaimana diatur dalam Juklak 05.

“Untuk memenangkan salah satu kandidat, semua dihiraukan, baik permohonan Wantim dan Tatib Musda,” katanya.

Lanjutnya, jika Plt Ketua DPD Golkar Sumut dan pengurus yang terlibat di Musda tidak memikirkan kader dan Bacaleg untuk tetap solid dalam memenangkan Golkar Tebingtinggi untuk apa pihaknya berjuang dan lebih baik mereka mengundurkan diri.

“Jadi untuk apa berjuang kalau DPD Golkar Sumut menjadikan kader dan Bacaleg terpecah belah,” tegasnya.

Adapun 6 bacaleg perempuan Golkar yang menyatakan pengunduran diri yakni, Daerah Pemilihan (Dapil) I Winda Adriana Pratiwi, Indah Ramadani dan Riski Rinda Amelia Bangun, Dapil II Mulahati Panjaitan, serta Dapil III Suci Listia Novrita dan Sri Wahyuni.

Sementara itu, Ketua KPUD Tebingtinggi, Abdul Khair membenarkan adanya surat pengunduran bacaleg perempuan Golkar yang langsung diantarkan LO Partai Golkar Tebingtinggi, Edi Azhar Nasution.

“Surat pengunduran tersebut sudah diterima dan akan dibawa ke rapat pleno bersama komisioner lainnya,” terang Khair kepada wartawan. (purba)