Anggaran Rp 2,6 Miliar, Irigasi Aek Siborgung Tidak Berfungsi

Kondisi jaringan Irigasi Aek Siborgung.

Taput, Lintangnews.com | Angggaran peningkatan jaringan Irigasi Aek Siborgung di Desa Parbubu I, Kecamatan Tarutung yang diplot di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pemkab Tapanuli Utara (Taput) dinilai mubazir.

Hal itu terlihat dari banyaknya anggaran dikucurkan sejak tahun 2016 sampai 2018, namun hingga saat ini irigasi tersebut tidak berfungsi.

Dari data yang diterima, Senin (19/11/2018), jika tahun 2016 anggaran peningkatan jaringan irigasi untuk 3 paket pekerjaan sebesar Rp 1,3 miliar lebih.

Dengan rincian yakni, rehabilitasi jaringan Irigasi Siborgung hilir dengan anggaran Rp 1.050.000.000, rehabillitasi jarimgan Irigasi Siborgung kanan Rp 125.000.000 dan rehabiitasi Irigasi Siborgung hilir Rp 125.000.000.

Untuk tahun 2017, peningkatan jaringan Irigasi Aek Siborgung sebesar Rp 944.100.000. Dan tahun 2018 ini Dinas PUPR kembali mengalokasikan dana Rp.420.000.000.

Namun temuan fakta di lapangan jaringan irigasi justru tidak berfungsi, bahkan saat ini dipenuhi semak beliukar.

Dari keterangan warga di sekitar lokasi irigasi bermarga Tobing menuturkan, selama ini yang ada proyek pekerjaannya hanya tambal sulam.

Hal senada diungkapkan salah seorang petani yang tak bersedia disebut namanya, namun sawahnya berada dekat dengan irigasi. Menurutya, sudah setahun irigasi itu tidak berfungsi.

“Irigasi itu sudah ditumbuhi semak belukar, karena air tidak pernah mengalir. Bahkan irigasi itu sudah lama dibangun. Jadi ketika pun ada pekerjaan hanya sebatas tambal sulam,” tukasnya.

Anehnya, ketika wartawan mengkonfirmasi langsung kepada Kabid Perencanaan Dinas PUPR, Dalan Simanjuntak justru terlihat bingung dimana lokasi jaringan Irigasi Aek Siborgung.

Dahlan justru terkesan menantang wartawan sembari berkata akan membuka file dulu karena pekerjaan itu tahun 2016. “Apa lae pikir ada pekerjaaan yang fiktif,” tukasnya.

Namun melihat banyaknya dana yang dialokasikan Pemkab Taput melalui Dinas PUPR dengan tidak berfungsinya irigasi itu patut dipertanyakan apakah anggarannya benar-benar terpakai atau diduga terjadi pengerjaan fiktif. (frengki)