Anggota DPRD Siantar Bawa Istri Kunker Ke Bali, Pengamat : Itu Bukan Liburan

Ilustrasi.

Siantar, Lintangnews.com | Persoalan oknum anggota DPRD Kota Siantar yang melakukan kunjungan kerja (kunker) sembari liburan mendapat kritik.

Pengamat Sosial dan Pemerintahan dari Universitas Sumatera Utara (USU), Agus Suriadi menilai anggota dewan yang membawa istri dalam rangka kunker tidak lah profesional.

Dosen Sosiologi ini berpendapat meskipun tidak ditanggung APBD, semestinya anggota DPRD bisa memilah antara kerja dengan berlibur.

“Secara prosedural memang istri itu ngak ditanggung. Hanya saja seharusnya anggota DPRD harus bisa memisahkan mana kunker, mana jalan-jalan. Kalau memang mau jalan-jalan bawalah, bukan di saat momen kunker,” tuturnya, Jumat (19/10/2018).

Agus mengatakan, kondisi saat ini masyarakat sudah tidak begitu percaya lagi dengan kunjungan kerja anggota DPRD. Apalagi, tidak memberikan dampak positif.

“Kan ngak enak sama orang. Ini kerja atau jalan-jalan. Bawa istri lagi. Memang ngak ganggu APBD. Tapi tetap saja ada nilai-nilai yang rasa janggal. Profesionalitas itu harus dibangun sejak awal,” tandasnya.

Seperti diketahui, Anggota DPRD Siantar melaksanakan kunjungan kerja selama empat hari di Denpasar, Bali. Ada 24 anggota dewan yang turut serta yang meliputi komisi I, II, dan III.

Komisi I melaksanakan studi banding tentang ‘Pengembangan Potensi Pariwisata serta Pengawasan Penataan Sarana dan Prasarana Publik’.

Kunker yang dilaksanakan mulai tanggal 14-18 Oktober 2018 itu ternyata ada anggota DPRD yang diduga turut membawa istri.

Oknum anggota DPRD tersebut yakni  tampak mengupload foto mesra bersama istrinya di Bali. Foto mesra itu pun diunggah ke media sosial Facebook (FB). (elisbet)