Antar Caleg Klaim Peraih Suara Terbanyak, Bawaslu Samosir : Pendukung Jangan Mendahului

Masyarakat menyalurkan hak pilihnya pada Pemilu Serentak 17 April 2019 di TPS 01 Kelurahan Siogung-ogung, Samosir.

Samosir, Lintangnews.com | Mengklaim peraih suara terbanyak bukan saja terjadi pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019.

Kondisi ini juga ikut dilakukan sejumlah pendukung Calon Legislatif (Caleg) di Daerah Pemilihan ( Dapil) Samosir I.

Hal ini terpantau dengan munculnya sejumlah nama Caleg yang dibeber lewat jejaring sosial oleh masing-masing pendukung. Para pendukung pun mengklaim kemenangan perolehan suara diketahui lewat perhitungan internal. Sontak kondisi ini ikut membingungkan masyarakat.

Seperti yang diungkapkan Ranto Limbong. Dirinya banyak mendengar informasi yang berbeda terkait perolehan suara terbanyak.

“Setiap hari selalu muncul nama Caleg peraih kursi kedelapan di Dapil Samosir I. Jelas ini menjadi perbincangan di tengah-tengah masyarakat,” beber Ranto Limbong kepada wartawan, Rabu (24/4/2019).

Menurutnya, partai politik (parpol) pasti menempatkan saksinya di seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS) saat pemilu 17 April lalu. Tugas saksi inilah mengantarkan salinan  formulir CI ke kantor partai atau posko pemenangan Caleg.

Dari salinan formulir C1, lanjut Ranto, parpol sudah mengetahui berapa  jumlah perolehan suara partai, Caleg dan suara yang batal. Menjadi pertanyaan kenapa tidak percaya dengan salinan formulir C1 yang didapat saksi. Sebaliknya ada yang posting di media sosial (medsos) lain lagi hasilnya. yang benar yang mana?

Kebingungan warga juga ternyata dipengaruhi oleh sistem perhitungan perolehan kursi yang berbeda dari Pemilihan Legislatif (Pileg) sebelumnya. Ini belum lagi soal Pemilu Serentak yang ikut menyita waktu dan tenaga.

“Pemilu kali ini memang sangat melelahkan dan membingungkan. Tidak saja Presiden yang saling klaim menang, tapi juga para Caleg,” sebut Ranto menambahkan.

Menyikapi adanya klaim kemenangan masing-masing Caleg, Ketua Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDi) Kabupaten Samosir, seekaligus mantan Komisioner KPUD Samosir, Fernando Sitanggang menilai, kerawanan justru harus diantisipasi pada tahapan perhitungan suara di setiap tingkatan penyelenggara baik itu di Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) maupun Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).

Fernando menambahkan, penghitungan surat suara ulang pada rekapitulasi penghitungan suara tingkat PPK dimungkinkan bila ada dugaan atau temuan saksi parpol di  C1 Plano tidak sesuai dengan salinan formulir C1 yang sudah dikantongi partai politik peserta pemilu, Bawslu dan PPK.

“Bukan hanya buka C1 Plano, penghitungan surat suara ulang dimungkinkan. Ada mekanisme yang mengaturnya,” jelas dia.

Sementara Bawaslu Kabupaten Samosir memastikan jika tahapan perhitungan suara ini dijadikan hal krusial oleh lembaga pengawas, untuk kemudian dilakukan pengawasan secara teliti dan seksama.

“Soal hasilnya nanti itu akan ditentukan oleh rapat pleno dari setiap tingkatan baik dari PPK hingga ke KPUD. Jadi kami harap masyarakat khususnya para pendukung untuk tidak mendahului,” kata Ketua Bawaslu Samosir, Anggiat Sinaga.

Dia juga menegaskan, jika pihaknya akan tetap memastikan setiap tahapan perhitungan dilakukan sesuai aturan, termasuk menindaki jika ada laporan dari masyarakat dan saksi  bila ada dugaan praktek-praktik kecurangan.

“Jangankan kursi kedelapan, Caleg  peraih kursi saja belum ada rapat pleno pengumuman dari KPUD.  Masyarakat punya hak untuk mengawalnya,” imbuh Anggiat. (don)