Aplikasi Siantar Quick Service Segera Hadir, Ini Manfaatnya

Sekda, Budi Utari Siregar.

Siantar, Lintangnews.com | Di era digital yang serba cepat, Pemko Siantar sedang mempersiapkan berbagai aplikasi yang tidak lama lagi akan diluncurkan.

Salah satunya quick sevice berbasis android untuk menyampaikan saran dan kritik masyarakat yang akan direspon secara cepat, tepat dan terukur.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Budi Utari Siregar di ruang kerjanya, setelah menerima laporan Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) tentang evaluasi pelaksanaan program reformasi birokrasi di bidang penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) atau e-Government oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) di ruang Command Center Kantor Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Kota Medan, Kamis (27/9/2018).

Berdasarkan Peraturan Menteri Pan RB Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pedoman Evaluasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik untuk seluruh Instansi Pemerintah Pusat dan Daerah pada tahun 2018 dan surat Kemenpan RB Nomor : B/394/SKT. 03/2018 Tanggal 4 September 2018 serta surat Gubsu Nomor : 555/9656/2018 Tanggal 24 September 2018, yang dilaksanakan selama 2 hari pada tanggal 26-27 September 2018.

Evaluasi internal yang telah dilaksanakan Pemko Siantar tertuang dalam berita acara yang ditandatangani Sekda Budi Utari selaku pengarah tim evaluator internal diserahkan kepada tim evaluator eksternal Kemepan RB diwakili Kabid Penyelenggaraan e-Government Diskominfo, Pardomuan Nasution.

Pardomuan menerangkan, seluruh pertanyaan tim eksternal evaluator Kemenpan RB melalui wawancara mendalam (indepth interview) dijawab baik, disertai bukti-bukti pendukung yang akurat, dengan memberikan data-data berupa Peraturan Wali Kota tentang Tata Kelola TIK, Surat Keputusan (SK) Wali Kota dan Sekda serta seluruh naskah yang berkaitan dengan penyelenggaraan TIK Kota Siantar.

Apresiasi diberikan Tim Kemenpan RB melalui M Mishbah terkait capaian Pemko Siantar. Menurutnya, apa yang dicapai ini sudah di tahap middle.

“Tadinya kami berpikir masih di level dasar. Ternyata setelah kami evaluasi telah lebih dari apa yang disajikan dan berharap ini dapat ditingkatkan,” kata Misbah.

Selanjutnya Pardomuan menjelaskan, Siantar unggul pada infrastruktur yang ada, antara lain, jaringan nternet dengan fiber optik dan radio link, data center yang refresentatif, dengan aplikasi yang telah terintegrasi, penganggaran pembangunan TIK yang memadai dan progres pembangunan beberapa aplikasi pada tahun ini.

Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang sudah memiliki aplikasi lanjut Pardomuan, Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Badan Pengeloa Keuangan Daerah (BPKD), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Kominfo, Bagian Administrasi Pembangunan dan Bagian Humas selaku pengelola website Pemko Siantar.

“Tahun ini, sedang dibangun SIMPEG oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD), e-Pengawasan oleh Inspektorat, e-Buggedting dan e-Aset oleh BPKAD. Sementara Siantar Quick Service oleh Bagian Administrasi Tata Pemerintahan, hasil evaluasi Kementerian ini kita tunggu di bulan November secara resmi,” pungkasnya. (rel)