Balai Karantina Pertanian Kelas II Medan Musnahkan Komoditas Tumbuhan dan Kalajengking

Pemusnahan berbagai jenis komoditas tumbuhan dan puluhan ekor kalajengking.

Deli Serdang, Lintangnews.com | Balai Karantina Pertanian Kelas II Medan musnahkan berbagai jenis komoditas tumbuhan dan puluhan ekor kalajengking asal luar negeri bertempat di kantor BKP Kelas II Medan, Dusun Lestari Desa Pasar V Kebun Kelapa, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang, Rabu (1/12/2021).

Pemusnahan dengan cara dibakar di incenerator itu dihadiri Kepala Balai Karantina Kelas II Medan, Lenny Hartati Harahap, Kasubbag TU, Indra Prima, Sub Koordinator Seksi Tumbuhan, Rizky Daniel, Kapolsek Beringin, AKP Doni Simanjuntak, Kantor Pos Tanjung Morawa, Bea Cukai Kualanamu, PT Angkasa Pura II, Otoritas Bandara, BKIPM serta petugas karantina pertanian.

Lenny Hartati mengatakan, sebanyak 24 jenis komoditas tumbuhan dan Hewan kalajengking 50 ekor dan madu 4 kilogram asal luar negeri yang dimusnahkan. Menurutnya, barang yang dimusnahkan itu hasil tindakan karantina lewat kiriman melalui bandara dan kantor pos sejak bulan Januari 2021.

“Barang-barang ini diamankan petugas karantina, dikirim lewat kiriman bandara dan kantor pos karena melanggar aturan karantina,” katanya.

Ada pun  barang yang dimusnahkan berupa, bonsai asal Inggris 40 gram,benih cabai asal Australia 75 butir, bibit anggur asal Italia 20 butir, almon asal Arab Saudi 6,5 kilogram, ginseng asal Kanada 500 gram, bibit padi asal Inggris 9 kemasan .

Kemudian, tomat 45 kemasan asal Netherlands, kacang kapri 500 gram asal Pakistan, almon 2 kemasan asal Amerika Serikat, kulit kayu manis 500 gram asal Malaysia, adenium 180 butir asal Thailand dan lain lain.

Pemusnahan dilakukan berdasarkan pasal 33 Undang-Undang (UU) Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan. Media pembawa itu tidak dilengkapi sertifikat kesehatan (phytosanitary certificate).

“Selanjutnya berdasarkan pasal 33 huruf a UU Nomor 21 Tahun 2019 dan pasal 2 Peratuan Pemerintah (PP) Nomor 82 Tahun 2000 tentang Karantina Hewan, jika media pembawa tersebut tidak dilengkapi sertifikat sanitasi dari negara asal,” papar Lenny. (Idris)