Bongkaran Balerong Rajawali Diduga Raib, Kadis dan PPK ‘Buang Badan’

Bagian dalam Pasar Balerong Rajawali pasca dibangun pihak ketiga.

Siantar, Lintangnews.com | Raibnya bongkaran Pasar Balerong Rajawali Kecamatan Siantar Utara menuai kecaman dari berbagai pihak.

Kali ini datang dari LSM Sumatera Coruption Watch (SCW) meminta kepada Kadis Koperasi dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk bertanggung jawab dengan pekerjaannya dalam pelaksanaan proyek yang kucuran dananya dari APBN

Jika tidak, LSM SCW akan melakukan penyelesaian secara hukum, karena kuat dugaan dalam hal bongkaran bagunan itu ada temuan dugaan korupsi.

Hal itu diungkapkan Ketua LSM SCW, Panca Tanjung, Jumat (12/4/2019). Menurut Panca, kedua penanggung jawab proyek itu mulai dari Kadis Koperasi dan PPK hendaknya bisa bertanggung jawab, karena proyek itu sudah menyedot anggaran APBN hingga mencapai Rp 4, 9 miliar kurang lebih.

“Kita minta kepada kedua penanggung jawab proyek itu memberikan penjelasan kepada khalayak umum terkait bongkaran Pasar Balerong Rajawali. Sebenarnya kemana hasil bongkaran Pasar Balerong Rajawali yang lama, apakah sudah dijual atau bagaimana,” kata Panca.

Bagian luar Pasar Balerong Rajawali di Kecamatan Siantar Utara.

Lanjut Panca, seharusnya dari awal mulai pembangunan, kedua penanggung jawab proyek membuat keterangan tentang bongkaran pasar tersebut, walaupun bongkaran itu menjadi aset dari Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PDPHJ)

“Tak logika, masa Kadis dan PPK tidak tau dimana rimbanya bongkaran pasar tersebut. Parah, mereka tak membuat surat keterangan mengetahui jika nantinya diperlukan,” jelasnya.

Panca menjelaskan, di dalam harga dan kuantitas pembangunan pasar Balerong  Rajawali, diketahui pada pekerjaan pendahuluan tidak ada disebut pekerjaan pembongkaran. Yang ada hanya pekerjaan perataan dan pembersihan lapangan.

“Ini berarti pihak ketiga atau kontraktor tinggal membangun. Yang jadi pertanyaan kita, siapa yang bertanggung jawab pada barang-barang material bangunan Pasar Balerong Rajawali yang lama itu,” tutup Panca. (red)