Cegah Tindak Radikal, USI Gelar Kuliah Umum ‘Berbhineka di Era Kebebasan Demokrasi’

Rektor USI, Corry Purba, Ketua Yayasan USI, Amsar Saragih foto bersama panitia dan sejumlah pembicara.

Siantar, Lintangnews.com Universitas Simalungun (USI) bersama Komite Nasional Lutheran Word Forderation ( KN LWF) melaksanakan kuliah umum, Selasa (19/3/2019) bertempat di Auditorium Radjamin Purba.

Rektor USI, Corry Purba dalam sambutannya menyampaikan, meningkatnya tindakan intoleran dan radikalisme menjadi ancaman bagi kebhinekaan bangsa Indonesia.

Karena itu, sambung Corry, kebebasan beragama adalah hak bagi setiap orang. Menghargai perbedaan adalah sikap toleransi yang telah diwariskan turun temurun oleh pendiri bangsa Indonesia.

“Oleh karena itu pemuda sebagai generasi penerus bangsa berkewajiban melestarikan budaya toleransi,” tutur Corry Purba.

Sementara itu Imdadun Rahmad salah satu pembicara menyampaikan pentingnya saling menghargai antar umat beragama. “Bangsa Indonesia dibalut lewat kebhinekaan. Pemahaman Indonesia dikonstrusikan sebagai negara yang mengistimewahkan suatu agama tertentu adalah hal yang harus ditinggalkan,” sebutnya.

Lanjutnya, sikap toleransi di tengah-tengah kemajemukan masyarakat Indenesia harus berprinsip pada tindakan gotong royong. “Jadi tidak saja menerima perbedaan, namun juga saling menghargai dan tolong menolong, ungkap Wasekjen PBNU tersebut.

Jerry Sumampouw selaku Koordinator Komite Pemilih Indonesia menjelaskan, isu terkait tindakan intoleransi di media sosial (medsos) semakin meningkat memasuki Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg).

Hal ini menurutnya, patut disadari oleh kawula muda agar melakukan verifikasi mengenai sebuah berita. Menurut Jerry, di tahun politik ujaran kebencian, Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan (SARA) dan hoax adalah cara yang biasa dilakukan.

“Namun Pemilihan Umum (Pemilu) harus jauh dari hal-hal yang dapat memecah bela bangsa. Pemilu adalah proses demokrasi yang harus dilaksanakan dengan baik dan bermartabat,” terangnya.

Abi Rekson Panggali selaku Inisiator Rakyat Akal Sehat menyampaikan, pentingnya kesadaran masyarakat dalam merawat kebhinekaan Indonesia. Dia menuturkan, masyarakat harus turut berperan dan berfikir sehat.

“Sejarah bangsa Indonesia lahir dari perasaan yang sama. Dan cita-cita bangsa hanya dapat diraih kebersamaan pula,” ucap Abi Rekson. (elisbet)