Curah Hujan Cukup Tinggi, Sekda Himbau Masyarakat Siantar Jangan Buang Sampah ke Sungai

Sekda Budi Utari Siregar bersama Kepala BPBD Siantar, Daniel Siregar saat melakukan pemantauan debit air di Jalan Maluku Bawah (Ist)

Siantar, Lintangnews.com | Hujan deras yang disertai angin kencang yang terjadi Jumat (2/11/2018) sore hingga malam mengakibatkan debit air sungai di beberapa lokasi di Kota Siantar naik, namun belum berpotensi banjir.

Meski demikian warga Siantar diminta untuk tetap siaga terhusus bagi warga yang tinggal di Daerah Aliran Sunga (DAS) manakala terjadi banjir.

Amatan wartawan, Sabtu (3/11/2018) sekira pukul 01.10 WIB dini hari, pemantauan debit air di Jalan Maluku Bawah dilakukan Sekretaris Daerah (Sekda) Budi Utari Siregar didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Siantar, Daniel Siregar.

Tak sampai di situ, Budi Utari juga melakukan peninjauan lokasi longsor di samping rumah dinas Wali Kota, Jalan MH Sitorus, Kelurahan Teladan, Kecamatan Siantar Barat.

Daniel Siregar saat dikonfirmasi Sabtu (3/11/2018) menyampaikan pada Jumat (2/11/2018) sekira pukul 20.00 WIB debit air sungai Bah Bolon dalam kondisi aman, namun akan tetap dipantau.

“Begitu juga debit air sungai di SKI tetap aman dan terus dipantau. Sementara debit air sungai Tampomas (Pasar Pagi) naik sekitar 1 meter namun tidak masuk ke pemukiman warga. Untuk debit air sungai di Jalan Rajawali pun demikian, naik sekitar 1 meter namun tidak masuk ke pemukiman warga,” ungkapnya.

Lanjutnya, kondisi cuaca di Siantar dalam kondisi yang tidak stabil dan informasi yang diperoleh dari BMKG bahwa hujan deras masih akan berlangsung hingga dini hari.

“Selain petugas BPBD yang harus siaga, peran serta masyarakat diharapkan juga tetap siaga serta segera melaporkan kepada kami, jika terjadi bencana diseputaran tempat tinggalnya,” ucap Daniel.

Apalagi sambung Daniel, pihaknya memiliki grup media sosial yang didalamnya ada petugas Kelurahan, Kecamatan, Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Sehingga komunikasi dapat dilaksanakan maksimal dan cepat jika terjadi bencana.

Terpisah, Budi Utari menyampaikan, curah hujan yang tinggi, menjadi perhatian semua pihak.

“Ayo jaga kebersihan jangan buang sampah ke sungai,” tutupnya. (elisbet)