Dari 70 Orang Penyandang Cacat di Siantar, Hanya 40 Orang Penerima Bantuan

Ilustrasi penyandang cacat (Int)

Siantar, Lintangnews.com | Kuota penerima bantuan sosial bagi warga penyandang cacat di Kota Siantar ternyata berjumlah 40 orang setiap tahunnya.

Dana bantuan sosial itu bersumber dari dana Kementerian Sosial (Kemensos) yang diberikan dalam bentuk uang.

Sekretaris Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Pemko Siantar, Patrecia Marbun yang ditemui di ruangannya mengatakan, penyandang cacat penerima bantuan dimaksud dikategorikan dalam cacat fisik fatal atau yang harus memerlukan pertolongan orang lain.

Menurutnya, warga penerima bantuan itu merupakan warga yang benar tidak mampu secara ekonomi dan dibuktikan melalui surat keterangan dari pihak Kelurahan.

“Dulu uang yang diberikan sebesar Rp 3 ribu. Saat ini kurang tau berapa, soalnya Kementrian langsung yang mengirim melalui transfer. Jadi mereka langsung mengambilnya ke bank, ngak melalui kita lagi,” sebut Patrecia, Rabu (19/12/2018).

Dijelaskannya, kuota penerima bantuan sosial bagi penyandang cacat itu tergolong sedikit. Yakni 40 orang warga penyandang cacat se Kota Siantar. Untuk saat ini, di Dinsos P3A tidak ada penambahan jumlah kuota penerima bantuan tersebut.

Sementara, jumlah warga kota Siantar penyandang cacat berdasarkan cacatan lebih kurang 70 orang sudah masuk dalam daftar tunggu (waiting list).

“Data kita sampai 70 an lebih. Jadi misalnya, kalau ada yang meninggal (penerima), baru bisa kita masukkan nama yang baru dari daftar tunggu itu,” ucap Patrecia menambahkan.

Dengan jumlah daftar tunggu penyandang cacat itu, Patrecia berharap, Pemko Siantar dapat menalangi kekurangan dengan bantuan APBD. Sehingga warga penyandang cacat di Kota Siantar dapat menerima bantuan.

“Kami tetap usulkan biar bertambah kuotanya, kita ingin semua orang ini dapat. Seandainya ada perhatian Pemko Siantar, ditalangi sisanya itu dari APBD Siantar, tapi sampai sekarang nggak ada. Celakanya, anggaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD_ berdasarkan pagu, iya gak cukuplah,” ungkap Patrecia.

Diakuinya, setiap tahun pihaknya mengajukan program tersebut dalam rapat, antara Dinsos P3A dengan mitra kerja pemerintah, DPRD Siantar. Namun upaya tersebut belum pernah terealisasi. (elisbet)