Diduga Asal Jadi, Pemeliharaan Berkala Jalan Provinsi di Bulupange Ditambal Sulam

Kegiatan perbaikan jalan berhenti setelah diguyur hujan deras.

Simalungun, Lintangnews.com |  Pemeliharaan berkala jalan provinsi jurusan WTS Siantar-Pematang Raya di Kabupaten Simalungun yang rampung dikerjakan dalam hitungan 1 bulan lalu sudah mengalami kerusakan yang cukup parah.

Alhasil, proyek milik Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (DBMBK) UPT Jalan dan Jembatan Siantar senilai Rp 2.230.370.787 dari APBD Provinsi Sumut itu kembali ditangani dengan cara menambal sulam.

Pantauan, Jumat (26/10/2018), proyek pemeliharaan berkala jalan yang dikerjakan CV Pembangunan Nada Jaya itu sudah dilakukan pengorekan. Selanjutnya akan dilakukan pernambalan dengan aspal curah.

Selain diduga aspal yang akan digunakan pada proyek tidak berkualitas, perbaikan dilakukan pada saat hujan turun. Akibatnya, api yang semula dipasang diduga untuk memasak aspalnya akhisnya padam menimbulkan asap.

Selain itu, tidak terlihat adanya alat gilas. Sementara pada sisi jalan yang akan ditempel tampak menumpuk bongkahan hotmix bekas bongkaran dengan ketebalan yang tidak stabil yang diprakirakan antara 3-4 cm.

Diketahui pengorekan terhadap lapis aspal lamanya tidak menyeluruh ditambal. Dan proses pemadatan terhadap material Bes A juga terindikasi tidak dipadatkan secara maksimal.

Melainkan membantarkannya hingga berbulan-bulan, bahkan sempat membuat warga sekitar resah karena abu batu material Bes A berterbangan. Sebab pelaksana proyek tidak melakukan penyiraman.

Bedul, pegawai DBMBK UPT Siantar yang menyangkal selaku pengawas.

R Purba, warga pengguna jalan saat melintas lokasi perbaikan kepada lintangnews.com mengungkapkan kekecewaan atas hasil pekerjaan yang dilakukan oleh rekanan DPBMBK UPT Jalan dan Jembatan Siantar.

“Dari awal, kita sudah menduga bahwasanya realisasi pemeliharaan berkala jalan provinsi jurusan WTS Siantar-Raya di Nagori Bulupange ini akan berdampak pada kualitasnya,” ujarnya.

Mirisnya, Bedul, pegawai DBMBK UPT Siantar yang semula mengaku sebagai pengawas lapangan proyek dan meminta jika terkait pertanyaan mengkonfirmasi dirinya saja, tidak berbanding dengan faktanya.

Dari pesan singkat WhatsApp (WA) miliknya, Bedul mengatakan, dirinya bukanlah oknum pengawas kegiatan pemeliharaan berkala jalan tersebut. “Bukan saya pengawas pak naga,” tulisnya. (zai)