Diduga Efek ‘Lompat Pagar’ Kepsek SMPN 1 Jorlang Hataran Abaikan Permendiknas

SMP Negeri 1 Jorlang Hataran.

Simalungun, Lintangnews.com | Diduga efek ‘lompat pagar’ menjabat sebagai Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Negeri 1 Jorlang Hataran, Kabupaten Simalungun yang baru, Jonni Simatupang abaikan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan.

Sesuai Permendiknas iitu, sekolah harus membuat Rencana Kerja Sekolah (RKS) yang terdiri dari Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) dan Rencana Kerja Tahunan (RKT).

Diketahui, RKJM ini menggambarkan tujuan yang akan dicapai dalam kurun waktu 4 tahun. Sementar RKT ini dicapai dalam kurun waktu tahunan yang dinyatakan dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS)

Menurut sejumlah guru di SMPN 1 Jorlang Hataran, Senin (29/4/2019), sehararusnya Kepsek yang baru memanggil dulu siapa penanggungjawab masing-masing kegiatan tercatat dalam RKAS sebelumnya.

Sehingga Kepsek yang baru mengetahui bagaimana efektivitasnya. Justru Kepsek yang baru bertindak aneh dan langsung main coret. Bahkan semua apa yang dikatakan Kepsek yang baru, jika itu lah yang benar.

Sambung para guru, pernyataan seperti itu yang disampaikan Jonni Simatupang, jika program-program sekolah yang selama ini menurutnya tak ada yang benar. Akibatnya sejak Januari lalu tidak ada kegiatan sekolah.

“Kami tanya lah dulu, jika dilantik lah siswa untuk persiapan Olimpiade Sains Nasional (OSN), apanya yang salah? Dilatih lah siswa untuk lomba pidato, apa salahnya disitu,” tanya mereka.

Para guru mengakui, jika kegiatan itu menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), hanya saja harus ada persiapan. Namun semuanya justru diganti Kepsek yang baru, sehingga semua guru tidak tau.

“Apakah RKAS dibuat sendiri, kami tak tau. Karena, Bendahara BOS yang lama marga Tambunan saat kami tanya, juga mengaku tidak dilibatkan dalam menyusun RKAS. Komite sekolah-pun ngaku tidak tau. Bahkan dewan guru,” imbuh mereka. (zai)