Diduga Limbah PT Sawita Inter Perkasa Cemari Sungai Sianga

Aliran air Sungai Sianga berubah warna diduga akibat limbah PT SIP.

Asahan, Lintangnews.com | Sungai Sianga yang dulunya bersih dan jernih, saat ini berubah drastis menjadi jorok.

Sungai yang berada di Dusun VIII Kampung Baru, Desa Teladan, Kecamatan Tinggi Raja, Kabupaten Asahan itu diduga tercemar limbah dari PT Sawita Inter Perkasa (SIP).

Informasi dihimpun, Kamis (13/12/2018), aliran Sungai Sianga saat ini airnya sudah berubah menjadi kotor, warna kuning dan terkadang berwarna hitam.

Perubahan warna yang terjadi diduga akibat dari limbah PT SIP yang berada di Desa Sionggang, Kecamatan Buntu Pane, Kabupaten Asahan.

Akibat perubahan warna air itu membuat warga resah. Pasalnya, sungai itu masih digunakan warga untuk mandi, apalagi saat arus listrik PLN padam.

Melihat kondisi itu, Yuni salah seorang warga Kampung Baru mengaku prihatin. Dia menuturkan, dulunya sungai itu jernih, tidak seperti saat ini kotor dan terkadang air ya banyak bercampur seperti minyak.

“Mungkin itu akibat dari limbah PT SIP, makanya berubah begini, bahkan beberapa waktu lalu sempat ada ikan yang mati di situ,” tukasnya.

Yuni menuturkan, kejadian itu sudah berlangsung lama, namun tidak ada pihak bersangkutan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Lanjutnya, warga kecewa karena PT SIP membuat aliran sungai menjadi tercemar.

Sementara itu Ponidi warga Dusun VIII bermohon kepada pihak pabrik memperhatikan kejadian itu, agar jangan mereka (warga) yang menjadi korbannya.

Karena sebelum PT SIP diduga membuang limbah, Sungai Sianga bersih, tidak seperti saat ini benar-benar berdampak buruk bagi warga.

“Apalagi anak-anak selalu mandi-mandi di sungai itu. Apa jadinya jika anak-anak mandi dengan kondisi air yang sudah tercemar. Kami minta kepada pihak yang bersangkutan untuk benar-benar memperhatikannya. Kami tidak ingin semakin parah kondisi sungai itu,” kata Ponidi.

Pj Kepala Desa (Kades) Teladan, Sarino juga meminta kepada pihak pabrik untuk benar-benar menjaga limbahnya dan jangan sampai mengakibatkan dampak buruk bagi warga, termasuk tanaman di sekitar aliran sungai itu.

“Karena selama ini Sungai Sianga tidak pernah tercemar seperti itu. Kami harapkan juga kepada Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Asahan untuk datang ke lokasi meninjau kejadian yang sebenarnya atas dugaan limbah PT SIP yang sudah mencemari Sungai Sianga,” ucapnya.

Sementara itu, Plt Camat Tinggi Raja, Muliadong menuturkan, secepatnya akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Asahan untuk mengambil langkah dan solusi agar tidak merugikan masyarakat. (handoko)