Dishub Siantar Dianggap Tak Mampu Kelola Parkir di Pasar Horas

Siantar, Lintangnews.com | Arus lalu lintas di ruas Jalan Sutomo-Jalan Merdeka, tepatnya di Pasar Horas yang kerap mengakibatkan kemacetan karena padatnya arus lalu lintas kendaraan roda 2 maupun roda 4.

Semisal siang hari dimana sejumlah pelajar pulang sekolah dan sore hari waktu pulang kerja, kendaraan terlihat jelas padat merayap hingga melahirkan kemacetan.

Beberapa hal dianggap sebagai penyumbang kemacetan di lokasi tersebut, bukan hanya karena angkot dan mobil pribadi yang ngetem sembarangan, melainkan penataan parkir yang dikelola Dinas Perhubungan (Dishub) Pemko Siantar terkesan semrawut.

Sejumlah titik parkir penyumbang kemacetan di pusat perbelanjaan tersebut dapat ditemui di Jalan Merdeka. Disini, terdapat parkir kendaraan roda dua berlapis yang berada di bahu jalan.

Bergeser sedikit ke atas, titik parkir juga terdapat di bahu jalan bahkan berada di persimpangan Jalan Merdeka-Jalan Sutoyo.

Hal itu dibenarkan seorang petugas parkir bermarga Hasibuan yang mengatakan kalau area itu merupakan titik parkir yang dikelolanya.

“Jaga parkir disini sudah lama. Dari tahun 2011, tiap harinya saya setoran sekitar Rp70 ribuan. Setoran dititip ke pedagang dekat sini, nanti petugas Dishub marga Sitorus yang ambil,” ujarnya, Kamis (26/9/2019).

Saut Silalahi selaku Wakil Ketua DPD Perlindungan Persaudaraan Pedagang Pasar Bersatu (P4B), saat dikonfirmasi mengatakan, penataan parkir di tangan Dishub di seputaran Pasar Horas perlu dievaluasi.

“Asalannya karena itu tadi (macet) dan terlihat kumuh. Banyak kendaraan roda dua terparkir di sejumlah titik hingga mempersempit akses ke pasar,” ujarnya.

Padahal menurut Saut, area parkir telah disediakan di balerong pasar yang penempatannya terhindar dari hujan dan panas. Lokasi parkir ini disediakan Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PDPHJ). “Entah kenapa lagi harus ada titik parkir di bahu jalan,” katanya.

Ia menyampaikan dampak sulitnya akses masuk ke pasar dan kondisi macet. Menurutnya, hal ini membuat masyarakat malas untuk mengunjungi pasar.

“Sudah pasti orang gak mau, mereka pasti bilang macet lah, payah mau masuk ke pasar lah. Makanya hal ini perlu dapat perhatian dari pemerintah sebenarnya. Dinas terkait harus tata itu parkir agar akses tadi tidak terganggu,” bebernya. (Irfan)