DKPP Putuskan Bawaslu Siantar Langgar Kode Etik

DKPP (Ist).

Siantar, Lintangnews.com | Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memutuskan Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Siantar melakukan pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku penyelenggara Pemilu.

Hal ini disampaikan saat menggelar sidang putusan perkara pelanggaran kode etik yang dilakukan Bawaslu Siantar. Sidang itu dibacakan melalui sidang virtual di akun media sosial DKPP, Rabu (30/6/2021).

Perkara ini dilaporkan Dedi Wibowo Damanik dan Nico Nathanael Sinaga. Keduanya menduga, kegiatan rapat evaluasi kinerja Paswascam bersama Bawaslu Siantar dan dihadiri anggota Bawaslu Provinsi Sumatera Utara, Suhadi Situmorang di Niagara Hotel, Parapat, melanggar protokol kesehatan (prokes) saat pandemi Covid-19.

Puluhan anggota Panwascam bersama Bawaslu Siantar berjoget ria dan dinilai tidak mematuhi prokes dan meminum bir.

“Tindakan para teradu tidak dibenarkan menurut hukum dan etika penyelenggara Pemilu,” kata anggota DKPP, Teguh Prasetyo.

Sebagai penyelenggara negara, Bawaslu Siantar, menurut dia seharusnya menjadi teladan program pemerintah dalam upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19.

“Teradu 1, teradu 2 dan teradu 3 terbukti melakukan pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku penyelenggara Pemilu,” lanjutnya.

Seperti diketahui, teradu 1 yang dimaksud yaitu anggota Bawaslu Sumut, Suhadi Situmorang, teradu 2 Ketua Bawaslu Siantar, Nanang Wahyudi Harahap dan teradu 3, anggota Bawaslu Siantar, Muhammad Syafi’i Siregar. (Elisbet)