Effendy Naibaho Ajak Bupati Samosir dan Ketua DPRD Dewasa dalam Berpolitik

Politisi Senior PDI Perjuangan, Effendy Naibaho.

Samosir, Lintangnews.com | Politisi senior PDI Perjuangan, Effendy Naibaho menyayangkan sikap Ketua DPRD Samosir, Rismawati Simarmata yang kurang sejalan dengan fraksi berlambang moncong putih itu dengan visi misi Pemkab Samosir.

“Bila terjadi insiden penolakan jabat tangan dari Bupati Samosir, Rapidin Simbolon usai pengesahan bersama APBD Tahun Anggaran (TA) 2019 bisa dipastikan Ketua DPRD tidak sejalan dengan fraksi dan program Pemkab Samosir walaupun sesama kader partai,” sebut mantan anggota DPRD Sumatera Utara ini saat dihubungi lintangnews.com, Kamis (29/11/2018).

Fatsun politiknya, kata dia, Rismawati Simarmata merupakan kader partai PDI Perjuangan harus tunduk dan loyal terhadap peraturan partai. Menurutnya, jika pun menyampaikan kata sambutan, tidak boleh sebagai pribadi tetapi menjadi Ketua DPRD yang ditugaskan partai.

“Kabupaten Samosir sebagai daerah yang menjungjung tinggi budaya dan adat istiadatnya. Jika kejadian seperti ini di daerah lain, bisa dilakukan recall (penarikan) jabatan. Sebagai politisi harus saling menghormati dan menghargai,” pintanya.

Dia juga tidak mendukung sikap penolakan  jabat tangan dari Bupati Rapidin Simbolon. Menurutnya, bila ada anggota dewan dari Fraksi PDI Perjuangan yang ‘mbalelo’ bisa dibicarakan pada rapat partai.

Effendy menuturkan, Bupati dan Ketua DPRD harus menunjukkan kedewasaan dalam berpolitik di mana pun berada. Juga menahan diri dalam situasi apapun dan dapat menerima kritik.

“Bila hal seperti ini terulang lagi, kapan membicarakan pembagunan di daerah. Saya berharap supaya segera menjalin komunikasi yang baik dan melupakan insiden kecil itu,” ajaknya.

Menurutnya, acara jabat tangan dan cipika-cipiki di kalangan politisi dan pejabat sudah menjadi budaya. Hal itu menandakan tidak ada perseteruan.

“Penolakan jabat tangan ini menjadi sesuatu hal yang dapat memalukan. Kedepannya agar lebih dapat mengontrol diri,” ujar Effendy mengakhiri.

Meskipun telah dihubungi dan dikirim pesan melalui WhatsApp (WA), hingga berita ini diterbitkan, Rismawati Simarmata belum mau menyampaikan penjelasan soal insiden penolakan jabat tangan itu. (HBN)